DMI Kota Bogor Sosialisasi Kredit Mesra untuk Pengurus DKM se-Kota Bogor

DMI Kota Bogor Sosialisasi Kredit Mesra untuk Pengurus DKM se-Kota Bogor
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bogor bekerja sama dengan BJB dan Bank Syariah Mandiri (BSM) Kota Bogor menggelar sosialisasi kredit masyarakat ekonomi sejahtera (Mesra) berbasis masjid. 

Wakil Ketua 1 DMI Kota Bogor Ahmad Fathoni menuturkan, kegiatan sosialisasi tahap pertama ini diikuti 100 pengurus DKM se-Kota Bogor. Sosialisasi ini akan dilakukan secara bertahap agar seluruh DKM yang ada di Kota Bogor dapat menyerapnya.

"Saat ini, jumlah masjid di Kota Bogor ada 870 masjid. Untuk tahap pertama ini, kami hanya mengundang 100 DKM. Karena di masa pandemi ini, kami harus membatasi jumlah peserta sebagai bagian dari pencegahan penyebaran Covid-19. Jadi, kami menerapkan protokol kesehatan. Di acara ini, kami juga membagikan cairan desinfektan dan masker kepada DKM untuk dimanfaatkan di masjid masing-masing," ungkap Fathoni.

Dia menuturkan, ini merupakan program yang baru pertama disosialisasikan di Kota Bogor. Tujuan utamanya untuk meningkatkan kapasitas dari sisi finansial masjid di masa pandemi Covid-19. Kenapa dari sisi finansial?, karena kondisi dimasa pandemi Covid-19 ini, pendapatan murni masjid yang berasal dari infak jamaah turun drastis karena jamaah yang datang ke masjid terbatas. 

"Jadi secara tidak langsung itu mengurangi pendapatan masjid. Sedangkan satu sisi pembiayaan-pembiayaan masjid dalam hal pengeluaran itu tidak bisa dinantikan," tuturnya.

Fathoni menjelaskan, terkait kredit pembiayaannya seperti apa itu secara teknis nanti akan dijelaskan masing-masing bank yang bersangkutan.

"Jadi, terkait kredit pembiayaannya itu akan ditindaklanjuti dengan masing-masing DKM dengan bank tersebut. Di mana, pemanfaatan kreditnya itu, untuk menunjang biaya operasional DKM. Karena satu sisi saya yakin bahwa yang namanya masjid pasti punya rencana anggaran pendapatan belanja baik itu melalui pendapatan maupun pengeluaran," jelasnya.

Menurutnya, ini merupakan salah satu solusi untuk menunjang pembiayaan tersebut dan tentunya dirinya yakin BJB maupun BSM itu punya sisi kelonggaran menyesuaikan dengan kapasitas masjid tersebut. (Rizki Mauludi)