Aparat Wilayah di Bandung Diminta Siapkan Ruang Isolasi Pasien Covid-19

Aparat Wilayah di Bandung Diminta Siapkan Ruang Isolasi Pasien Covid-19
Sekda Kota Bandung Ema Sumarna. (Istimewa)

INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meminta aparat di kewilayahan memiliki rumah isolasi bagi warga terinfeksi Covid-19. Hal itu seiring kembali tingginya angka penularan virus. 

"Minimal satu kecamatan punya tempat isolasi, bahkan saya ingin satu kelurahan ada satu tempat isolasi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna, Rabu (11/11/2020). 

Menurutnya, ruang isolasi yang ditunjuk pemerintah kota saat ini telah mulai penuh. Idealnya, pasien tidak lebih dari 60 persen dari total kapasitas ruang isolasi yang telah dipersiapkan. 

Saat ini sambung dia, ruang isolasi yang ditunjuk pemerintah jumlahnya telah mencapai 75 persen. Situasi ini yang mengharuskan pemerintah mencari tempat di luar rumah sakit. 

"Bisa saja seperti di Jakarta, ada hotel yang dijadikan seperti rumah sakit untuk tempat isolasi. Nah di Bandung, sekarang harus seperti itu. Harus mencari fasilitas di luar rumah sakit," ucapnya. 

Kata Ema, Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) yang sebelumnya menjadi tempat isolasi pasien tanpa gejala. Saat ini mulai menerima pasien dengan gejala Covid-19. 

"Over kapasitas belum, tapi sudah dalam kategori maksimal. Tetapi kita masih punya dua hotel dan mempersiapkan satu hotel di kawasan Bandung Utara. Ini untuk mengantisipasi," ujar dia. (Yogo Triastopo)