WJIS 2020 Digelar 4 Hari, Sebanyak 27 Proyek Siap Dipasarkan

WJIS 2020 Digelar 4 Hari, Sebanyak 27 Proyek Siap Dipasarkan

INILAH, Bandung- Pemprov Jabar kembali menggelar West Java Investment Summit (WJIS) 2020 mulai 16-18 November mendatang. Khusus tahun ini ada 27 proyek yang siap dipasarkan dengan nilai sekitar Rp32 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Barat Noneng Komara mengatakan, ada perbadaan dengan tahun lalu di mana investasi dilalui dengan bentuk MoU. 

"Kalau sekarang karena bentuknya virtual gitu sehingga yang Rp 32 triliun itu tadi sudah kita pasarkan dari beberapa hari yang lalu. Dan di posisi tanggal kemarin sore itu ada 696 perusahaan yang siap untuk melakukan mendengarkan dari market sounding dan melakukan one on one meeting dengan Project owner masing-masing," ujar Noneng kepada wartawan, Rabu (11/11/2020). 

Menurut dia, cukup banyak investor dari Indonesia, kemudian dari Jepang, Amerika, Perancis, Singapura, Malaysia dan Finland.


"Itu sampai tadi pagi ada 696 perusahaan yang akan mengikuti one meeting untuk tanggal 16 dan 17 November 2020," katanya.

Dia melanjutkan, ada dua sektor yang difokuskan untuk saat ini, yakni trade perdagangan dan pariwisata.  Mengingat dua sektor ini merupakan faktor pemicu tercepat dari pertumbuhan ekonomi. 

Adapun Jabar sendiri, terkontraksi perekonomiannya sudah dua triwulan. 

"Artinya kita mengalami resesi. Year on year kita minus. Harapannya dengan WJIS ini perekonomian bisa pulih. Investasi jadi mesin untuk growth perekonomian kita," katanya.

WJIS, kata dia, akan menggelar pertemuan secara online dilanjutkan dengan market sounding dan one on one meeting antara calon investor dengan pihak yang akan menawarkan investasi di sejumlah lokasi di Jawa Barat.

Di hari ketiga WJIS, kata dia, ada  groundbreaking Surya Cipta yang namanya Subang Smartpolitan. "Ini rangkaian WJIS, karena terkait branding Rebana di sana. Akan ada juga site visit, karena tahun ini Rebana menjadi highlight WJIS,” katanya.

Groundbreaking juga akan dilakukan di kawasan Bandara Kertajati, Majalengka berupa pembangunan hotel kerja sama antara PT BIJB dan PT Jaswita. Dan site visit ke sejumlah lokasi yang berada di kawasan Rebana.

“Groundbreaking ini artinya tidak hanya cerita, tapi investasi akan terjadi,” kata Noneng.

Noneng menjelaskan, WJIS merupakan ajang tahunan dalam mempromosikan investasi yang ada di Jawa Barat. Sampai saat ini, Jawa Barat sebetulnya di masa covid 19 ini posisinya masih rangking satu dari di triwulan 3 sampai triwulan 3 tahun 2020.

"Ini kita masih tertinggi artinya menjadi destinasi yang paling banyak diminati oleh investor," katanya.

Dia mengatakan Jawa Barat masih menduduki peringkat pertama tujuan investasi baik asing maupun dalam negeri pada kuartal III 2020. dengan Rp86,3 triliun realisasi.

“Namun kami harus harus terus mempromosikan investasi. Kami tugasnya melakukan pengembangan investasi, fasilitasi investasi juga izin-izin terkait investasi, pemantauan di masa investor merealisasikan investasinya,” katanya.

Melalui WJIS 2020, pihaknya berharap terus mempromosikan investasi meskipun gelaran ini dilakukan di saat masa pandemi dan keterbatasan anggaran.

"Berkolaborasi dengan Bank Indonesia kami masih bisa melakukan West Java Investment Summit ini selama 4 hari,” katanya.

Invest in Java for Better Future, Live, Work and Play menjadi tema WJIS kali ini. Menurutnya tema ini sesuai dengan misi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam pengembangan kawasan Metropolitan Rebana. “Tagline-nya think investment, think West Java. Mudah-mudahan dengan tagline ini bisa mendunia,” katanya. (riantonurdiansyah)