Lapak Sangat Kecil, PKL Kuliner Puncak Ancam Tolak Relokasi

Lapak Sangat Kecil, PKL Kuliner Puncak Ancam Tolak Relokasi
foto/reza zurifwan

INILAH, Puncak-Ukuran kios Rest Area Puncak yang hanya 2x3 meter dikeluhkan para pedagang kaki lima (PKL) yang sehari-hari berusaha di bidang kuliner, mereka menganggap dalam perencanaan pembangunan  Rest Area Puncak ini pemerintah tidak memahami keperluan para pedagang.

Mereka berkeinginan untuk diajak bicara, kalaupun tidak tersampaikan maka para PKL Puncak ini bersiap menolak program relokasi yang digaungkan oleh Pemkab Bogor.

"Ukuran kios sangat kecil, lalu dimana pedagang kuliner (basah) seperti kami menaruh barang dan perabotan. Lalu dimana tempat wisatawan makan, minum kopi dan beristirahat," kata PKL Puncam bernama  Ujang (48 tahun) kepada wartawan, Kamis, (12/11/2020).

Ayah lima orang anak ini berharap untuk mendapatkan solusi, para PKL segera diajak bicara oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) atau Pemkab Bogor sebagai pengguna Rest Area Puncak.

"Ajak kita bicara bagaimana rencana pembangunan kios di Rest Area Puncak, kami pertanyakan  apakah di lokasi Rest Area Puncak  ada foodcourt, fasilitas sosial atau fasilitas umum lainnya sehingga baik PKL maupun wisatawan merasa nyaman," harapnya.

Ujang menuturkan harusnya konsep kios di Rest Area Puncak untuk PKL baik itu pedagang oleh-oleh (kering) dan kuliner dibedakan karena memang berbeda kebutuhan.

"Kalau PKL yang menjual oleh-oleh wisatawannya bisa sambil berdiri belanjanya atau menunggu di dalam mobil, kalau pembeli atau wisatawannya yang kuliner kan butuh tempat duduk sambil beristirahat," tutur Ujang.

Diwawancara terpisah, Pelaksana PT. Subota International Contractor Yadi menjelaskan pihaknya tidak membangun food court atau tempat makan yang tertutup atapnya tetapi hanya tempat duduk dari beton yang berada di taman-taman.

"Kalau yang PT. Subota International Contractor bangun pada Tahun 2021 itu hanya kursi bundar beton tanpa atap yang fungsinya bukan hanya buat pembeli, tetapi untuk semua pengunjung Rest Area Puncak," jelas Yadi.

Senada dengan PT Subota Internasional Contractor, Project Manager Area (PMA) PT. Japayasaprima Kontruksindo Ari Radityo memaparkan bahwa pihaknya hanya membangun 516 buah kios.

"Kami selaku pelaksana proyek pembangunan kios Rest Area Puncak tidak melaksanakan pembangunan food court, mungkin item pekerjaan tersebut baru akan dianggarkan pada Tahun 2021 mendatang oleh Pemkab Bogor," papar Ari.

Dihubungi terpisah, Kepala Disdagin Kabupaten Bogor Nuradi melanjutkan tahun ini pihaknya fokus dalam pembangunan kios, untuk pembangun foodcourt atau tempat makan mungkin akan dilakukan oleh pengelola Rest Area Puncak.

"Tahun ini Disdagin fokus bangun kiosnya, kalau untuk bangun foodcourt atau tempat makan mungkin akan dirancang oleh pengelola Rest Area Puncak dimana  saat ini belum ditunjuk oleh Bupati Bogor Ade Yasin," lanjut Nuradi. (Reza Zurifwan)