Bupati Cirebon Minta Prestasi MTQ Ditingkatkan

Bupati Cirebon Minta Prestasi MTQ Ditingkatkan
istimewa

INILAH, Cirebon - Pemkab Cirebon, menyerahkan uang Kadeudeuh bagi Peserta terbaik MTQ XXXVI tingkat Provinsi Jabar tahun 2020, Kamis (12/11/2020). Penyerahan langsung diberikan oleh Bupati Cirebon, Imron. 

 

Menurut Bupati, pemberikan Kadeudeuh ini merupakan bukti kepedulian Pemkab Cirebon pada  MTQ tingkat Kabupaten Cirebon tersebut.

 

“Kami berharap MTQ nanti prestasinya lebih baik dari sekarang. Banyaknya pesantren menjadikan Kabupaten Cirebon selalu diperhitungkan daerah lain," kata Imron. 

 

Menurutnya, saat ini peringkat MTQ Kabupaten Cirebon masuk pada urutan ke-13, dari 27 Daerah Kota dan Kabupaten Cirebon. Padahal sebelumnya, masuk peringkat ke Tujuh. Untuk itu, Imron meminta agar  MTQ  yang akan datang lebih meningkat kembali. 

 

"Ada tiga unsur yang bisa menaikkan prestasi. Diantaranya, peserta  dan pembina harus yang punya potensi yang baik. Disamping itu, pemerintah juga harus hadir dan terus melakukan pemantauan," jelasnya.

 

Sementara Ketua LPTQ Kabupaten Cirebon, Hilmi Rivai menilai, wajar ada penurunan. Alasannya, situasi MTQ tahun ini berbarengan dengan musibah Covid-19. Hal itulah yang membuat  pembinaannya kurang maksimal. Sedang dalam situasi normal, biasanya  pembinaan dilakukan sebanyak empat kali. 

 

"Inilah yang membuat prestasi MTQ Kabupaten Cirebon merosot. Kan selama covid, pembinaan hanya sstu kali saja. Maka dari itu hasil pelaksanaan di tingkat kabupaten tidak terasah sehingga menjadi penyebab merosotnya peringkat,” ujarnya.

 

Langkah lainnya, lanjut Hilmi, Pemkab Cirebon akan melakukan kolaborasi dengan dewan hakim dan pembina di tingkat Provinsi Jawa Barat. Ini sebagai upaya meningkatkan kembali peringkat MTQ. Itu dilakukan karena ketika berbicara di tingkat provinsi, maka standar penilaiannya juga ada pada tingkat provinsi. Sedangkan saat ini,masih menggunakan standar tolak ukur Kabupaten Cirebon.

 

“Kita nanti targetkan MTQ berikutnya masuk 10 besar. Kalau  Bupati  maunya masuk lima besar. menginginkan Lima besar. Kami punya ratusan pondok pesantren, yang hampir sama dengan Tasikmalaya. Tasik bisa di rangking dua dan tiga, kenapa Kabupaten Cirebon tidak bisa,” tukasnya. (maman suharman).