Fungsi Otak Anak Menurun Bila Terdampak Hal ini

Fungsi Otak Anak Menurun Bila Terdampak Hal ini
istimewa

INILAH,  Jakarta - Mendidik anak bukanlah hal yang mudah. Setiap anak memiliki karakteristik, kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tak jarang dalam mengarahkan anak, ia tidak mau mengikutinya.


Dilansir dari ncbi.nlm.nih.gov, seorang anak yang dianiaya dan mengalami perundungan dari orangtuanya akan tumbuh menjadi sosok yang dibayangi dengan rasa trauma. Reaksi yang terjadi seringkali berupa masalah perilaku, perubahan emosional, dan kondisi mental yang tidak stabil. Ini dia dampak bagi tumbuh kembangnya.

1. Fungsi otak menurun

Apa hubungannya kekerasan dengan fungsi otak anak? Jangan salah! Perilaku orangtua dalam mendidik si kecil justru sangat berpengaruh terhadap kecerdasannya. Anak yang terbiasa mendapatkan perlakuan kekerasan dari orangtua cenderung mengalami penurunan prestasi akademik. Hal ini disebabkan oleh peristiwa traumatis yang menguasai otaknya sehingga mereka tidak bisa belajar secara optimal.

2. Takut menghadapi sebuah hubungan

Anak yang tumbuh dalam lingkungan kekerasan sulit untuk mempercayai orang lain. Maka tak heran ketika dewasa mereka memilih untuk sendiri dan takut ketika dihadapkan dengan hubungan penuh komitmen. Mereka juga mudah merasa curiga dan cemburu karena kehilangan rasa percaya diri sejak kecil.

3. Kekerasan yang sama

Anak adalah cerminan dari orangtua. Maka hati-hati ketika mendidik anak karena sekali salah langkah, rusaklah seluruh masa depannya. Baik buruknya anak ketika tumbuh dewasa dipengaruhi oleh bagaimana cara orangtua mendidik di masa kecil. Anak yang mendapatkan kekerasan cenderung melakukan hal yang sama kepada anak-anaknya kelak.

4. Tak ada cinta

Bukan tidak mungkin seseorang melakukan tindakan kriminal karena meniru orangtuanya semasa kecil. Orangtua merupakan role model pertama dalam hidup seorang anak. Ketika yang dicontohkan oleh orangtua adalah hal-hal yang buruk. Maka mereka akan berpikir melakukan tindakan kriminal merupakan hal yang lumrah. Mereka tidak pernah belajar cara menghargai dan menyayangi orang lain dari orangtuanya sendiri. Bukan mustahil mereka tidak pernah mengerti arti sesungguhnya cinta dan kasih sayang. (inilah.com)