Kegiatan Tatap Muka, OJK KR 2 Jabar Lakukan Rapid Test Peserta

Kegiatan Tatap Muka, OJK KR 2 Jabar Lakukan Rapid Test Peserta
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Di tengah pendemi Covid-19 bukan berarti dilarang untuk melakukan kegiatan tatap muka. Namun, selain menerapkan protokol kesehatan penyelenggara kegiatan pun harus melakukan rapid test terlebih dahulu.

Seperti yang tampak saat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR 2) Jabar menggelar konferensi pers terkait Kondisi Terkini Sektor Jasa Keuangan dan Perekonomian Jabar di Hotel Hilton Kota Bandung, Kamis (12/11/2020).

Kasubag Informasi dan Dokumentasi OJK KR 2 Jabar Iswahyudi mengatatakan, kegiatan tatap muka itu bisa terlaksana dengan penerapan protokol kesehatan 3M yang relatif ketat. Selain diharuskan mengenakan masker dan menjaga jarak, setiap peserta kegiatan diharuskan mengikuti rapid test.

"Untuk rapid test ini kita bekerja sama dengan Kimia Farma. Perlakuan ini sesuai dengan imbauan pemerintah dan instruksi kantor pusat. Semua peserta sebanyak 27 orang dan 5 orang narasumber semua dilakukan rapid test dulu," kata Iswahyudi.

Terkait hasil rapid test yang dilakukan, dia menyebutkan Kimia Farma akan melaporkan keesokan harinya.

Sementara itu, analis Kimia Farma Diponegoro Adityo menyebutkan kegiatan rapid test ini sesuai permintaan OJK KR 2 Jabar. Dia mengatakan, ada 27 peserta yang mengikuti tes cepat itu.

"Sebenarnya, secara visual seluruh hasil tes cepat itu terlihat. Alhamdulillah, dari sampel darah yang diambil itu semuanya non-reaktif. Hasilnya bisa terlihat 10-15 menit," ucapnya.

Namun, secara resmi nantinya akan dilaporkan kepada pihak peminta keesokan harinya. Sebab, ada yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum menyampaikan hasilnya secara tertulis.

Adityo mengaku, sejauh ini banyak instansi pemerintahan dan swasta yang meminta untuk dilakukan rapid test. Bahkan, Kimia Farma pun sempat melakukan tes cepat itu ke rumah-rumah.

"Sejak April yang lalu, orang atau lembaga di Bandung ini yang meminta untuk dilakukan rapid test ini lumayan banyak," ujarnya. (Doni Ramdhani)