Di BPKP, KPK juga Periksa Walkot Banjar

Di BPKP, KPK juga Periksa Walkot Banjar
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan kembali memanggil Bupati Bandung Barat Aa Umbara. Selain Aa Umbara, KPK pun memeriksa Bupati Banjar Ade Uu Sukaesih.

"Sebagaimana informasi yang kami terima, benar ada permintaan keterangan yang bersangkutan terkait kegiatan Aa sendiri diperiksa untuk kedua kalinya. Pemeriksaan kedua ini dilakukan di Kantor BPKP Perwakilan Jawa Barat di Jalan Cibereum, Kota Bandung," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri, Kamis (11/11/2020).

Meski begitu, Ali belum menjelaskan pemeriksaan Aa Umbara ini berkaitan dengan kasus apa. Sebab, saat ini prosesnya masih dalam penyelidikan. 

"Perkembangannya nanti kami akan informasikan lebih lanjut," kata dia menambahkan. 

Selain Aa Umbara, Ali mengungkapkan penyidik KPK pun memeriksa Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih terkait dugaan kasus korupsi proyek pekerjaan infrastruktur Dinas PUPR Kota Banjar. Ade diperiksa dengan saksi lainnya. 

Selain Ade, dua orang lainnya ikut diperiksa dalam kasus yang sama, yakni mantan Kabid Pengairan Dinas PUPR Banjar Endang Pandi dan Direktur PT Harisma Bakti Utama Divisi Operasional BPD Jawa Barat dan Banten Enang Suryana. 

"Pemeriksaan bertempat di aula kantor perwakilan BPKP Jabar," kata dia. 

Sebelum memeriksa Ade Uu, KPK sebelumnya sudah memeriksa sejumlah saksi terkait perkara ini yakni Irwan Kurniawan selaku Direktur PT Pribadi Manunggal, Dian Puspitasari Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Maranatha dan eks Sekdis PU Kota Banjar Asidi Rusmawandi. 

Dalam pemeriksaan oleh tim penyidik KPK, Irwan didalami terkait pengetahuannya dengan proyek yang dilakukan Dinas PUPR Banjar dan dugaan pemberian gratifikasi ke pihak tertentu. 

Sedangkan Dian Puspitasari dikonfirmasi terkait adanya dugaan aliran dana kepada pihak tertentu yang terkait dengan perkara.

"Asidi Rusmawandi dikonfirmasi terkait dugaan penerimaan gratifikasi kepada pihak tertentu dari pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh Dinas PUPR Pemkot Banjar," kata Ali. (Ahmad Sayuti)