Hari  Pahlawan di Tengah Pandemi, DPR: Perjuangan Pahlawan Harus Jadi Contoh Dalam Melawan Covid-19

Hari  Pahlawan di Tengah Pandemi, DPR: Perjuangan Pahlawan Harus Jadi Contoh Dalam Melawan Covid-19

INILAH, Jakarta - Bangsa Indonesia hari ini memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada setiap tanggal 10 November. Akan tetapi tahun ini, menurut Netty Prasetiyani, Anggota Komisi IX DPR RI Hari Pahlawan diperingati di tengah suasana bangsa yang sedang berjuang melawan Pandemi Covid-19.

 

"Pahlawan adalah orang yang berjuang membela kebenaran, mereka tidak pernah mementingkan diri sendiri, serta selalu siap untuk berkorban jiwa dan raga dalam membela yang benar. Pada masa pandemi ini sudah seharusnya kita mencontoh semangat perjuangan para pahlawan dalam melawan Covid-19. Jika dulu para pahlawan banyak yang gugur dalam perang melawan penjajah, maka hari ini kita harus melanjutkan perjuangan mereka dalam perang melawan Covid-19", kata Netty dalam keterangan medianya, Selasa (10/11/2020).

 

Menurut Netty yang juga Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Ini, tanpa adanya pengorbanan dan kerja keras akan sangat sulit untuk menangani pandemi Covid-19 di tanah air.

 

"Perlu ada kerja keras dan strategi penanganan yang kongkrit di lapangan agar kita mampu menahan laju pandemi di tanah air yang hingga Senin kemarin sudah mencapai 440.569 orang. Kita harus bertanya kepada pemerintah, sudah sejauh apa penanganannya? Bagaimana dengan gerakan 3T dan 3M yang tampaknya semakin longgar? Seperti apa kelanjutan vaksin baik yang di dalam negeri maupun yang bekerjasama dengan pihak luar? Ini harus dijawab oleh pemerintah”, kata Netty.

 

Netty juga berharap selain mengenang jasa Pahlawan kemerdekaan, bangsa Indonesia juga harus mengenang jasa dokter dan tenaga kesehatan yang gugur dalam melawan Pandemi Covid-19.

 

"Tenaga kesehatan baik dokter dan perawat yang gugur dalam menangani Covid-19 sangat layak kita berikan penghargaan sebagai pahlawan kemanusiaan. Mereka telah rela berkorban jiwa dan raga meskipun tahu bahaya yang akan mereka hadapi dalam merawat pasien Covid-19", tambah Netty.

 

Peringatan Hari Pahlawan tahun ini agak spesial karena selain diperingati di tengah Pandemi Covid-19 juga adanya pemberian gelar Pahlawan terhadap enam tokoh Indonesia, yakni Sultan Baabullah dari Provinsi Maluku Utara, Machmud Singgirei Rumagesan dari Provinsi Papua Barat, Jenderal Pol (Purn) Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo dari provinsi DKI Jakarta, Arnold Mononutu dari Provinsi Sulawesi Utara, Sutan Mohammad Amin Nasution dari Sumatera Utara, dan Raden Mattaher bin Pangeran Kusin Bin Adi dari Provinsi Jambi.

 

"Jasa mereka harus selalu kita kenang sepanjang masa dan generasi penerus bangsa hari ini harus melanjutkan cita-cita para pahlawan dengan kerja yang nyata terutama di masa pandemi Covid-19. Kerja keras dan kerjasama akan mampu membuat Indonesia bangkit melawan Pandemi Covid-19", tandas Netty.