Eks Wakil Kadin Jabar Minta Putusan Seadil-adilnya

Eks Wakil Kadin Jabar Minta Putusan Seadil-adilnya
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung - Mantan Wakil Ketua Kadin Jabar Dony Mulyana meminta majelis agar memberikan putusan yang seadilnya. Terlebih dakwaan jaksa penuntut tidak terbukti. 

Hal itu diungkapkan Dony yang dibacakan tim kuasa hukumnya saat sidang pleidoi UU ITE di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Bandung, Jalan RE Martadinata, Kamis (12/11/2020). 

Kuasa hukum terdakwa, Ferdy Rizky, menjelaskan dalam peradilan pidana dakwaan primair tidak terbukti. Begitu juga dengan dakwaan kedua.

"Kami melihat dakwaan primair yang diajukan jaksa tidak terbukti. Untuk dakwaan Subsider terkait pencemaran nama baik,  kita bersebrangan dengan beberapa unsur," jelasnya usai sidang Pledoi, di Pengadilan Negeri Bandung, Kamis sore.

Dalam pembuktian oleh jaksa, tim pengacaranya tidak sependapat terhadap unsur tersebut. Terlebih, yang paling penting lagi unsur kesalahan tidak terbukti. Jadi ada hubungan sebab akibat dalam kasus Dony.

Dalam chat whatsapp oleh Dony, tidak ujug-ujug melakukan whatsap tersebut tanpa sebab. Dia diberhentikan tanpa melalui prosedur yang sah, dan berimbas diberhentikannya Tatan lewat Musprovlub.

"Kami melihat, klien kami ada goncangan emosional, sehingga kami kategorikan sesuai perbuatan pasal 49 ayat 2. Itu dapat dimaafkan,sesuai pasal tersebut," jelasnya.

Ferdy berharap, mudah-mudahan hakim bisa mendengar pledoinya, dan mudah-mudahan hakim memberikan putusan yang seadil-adilnya.

Sidang sendiri digelar secara virtual, dengan terdakwa Dony berada di Rutan Kebonwaru Bandung.

Ketua Majelis Hakim, Deni Arsan menjelaskan bahwa sidang akan kembali digelar Jumat (13/11/2020) besok dengan agenda putusan.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jabar menuntut mantan Wakil Kadin Jabar Dony Mulyana hukuman penjara selama dua tahun. Doni dinyatakan bersalah sebagaimana dakwaan subsider, pasal Pasal 27 ayat 3 Undang-undang ITE. (Ahmad Sayuti)