Razia Masker di Pasar Ayam, Banyak Warga yang Abai Protokol Kesehatan

Razia Masker di Pasar Ayam, Banyak Warga yang Abai Protokol Kesehatan
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Razia penegakan hukum dan protokol kesehatan  masih terus dilakukan Satgas Covid Pemkab Cirebon, di tingkat kecamatan.

Tim Satgas Kecamatan, menyasar desa-desa yang ada di Kabupaten Cirebon. Salah satunya di Desa Weru Kidul, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Kegiatannya sendiri, difokuskan di dua tempat, yaitu di depan kantor balai desa Weru Kidul dan juga di depan akses pintu masuk ke pasar unggas (pasar ayam,-red). 

"Kita giatkan di dua titik. Pertama di depan kantor balai desa Weru Kidul dan kemudian dilanjutkan ke depan pintu masuk pasar ayam," kata Kuwu Desa Weru Kidul, Nurwenda, Jumat (13/11/2020).

Sedangkan kegiatan razia,  melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP,  pihak kecamatan, dan puskesmas. Mereka menghadang dan mengehentikan warga yang kedapatan tidak mengenakan masker. 

"Banyak yang terjaring, sampai-sampai blanko pelanggaran kurang. Soalnya yang terjaring lebih dari 100 orang yang tidak mengenakan masker," ungkap Nurwenda.

Diakui Nurwenda, dari jumlah angka pelanggaran yang begitu banyak, yang terjaring adalah bukan warga desanya. Namun, pedagang pasar ayam dan pengunjung yang hendak ke pasar ayam. Sedangkan warga desanya sendiri, bisa dihitung dengan jari.

"Untuk warga kami sedikit yang terjaring. Artinya sosialisasi dan edukasi terhadap masyarakat kami berhasil. Mudah-mudahan dapat dipertahankan ketertiban untuk memakai atau mengenakan masker," jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan menjelaskan, operasi penegakan disiplin ini akan berlangsung masif di 424 titik se-kabupaten Cirebon. Titik tersebut tersebar di 412 desa dan 12 kelurahan di 40 kecamatan. Alasannya, karena kasus Covid-19 masih ditemukan di lebih dari 90 desa/kelurahan se-Kabupaten Cirebon. 

"Kita masih fokus operasi penegakan kedisiplinan atas protokol kesehatan. Kali ini operasi tersebut akan dipersempit hingga tingkat desa. Titik fokus operasi berupa area keramaian, rumah makan, pertokoan, maupun jalan desa/kelurahan yang ramai dilewati masyarakat," terang Alex.

Alex menambahkan, penegakan kedisiplinan di tingkat desa dilakukan sebagai upaya memelihara kebiasaan warga dalam menerapkan protokol kesehatan. Untuk mencegah penularan covid-19, diperlukan kesadaran masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan. (maman suharman)