Atlet Renang Jabar Butuh Kejuaraan

Atlet Renang Jabar Butuh Kejuaraan
Foto: Muhammad Ginanjar

INILAH, Bandung - Atlet renang andalan Jawa Barat, Dwiky Raharjo mengakui dirinya terkena imbas pandemi Covid-19. Setidaknya, itu mempengaruhi masa kesiapannya untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua 2021 mendatang. 

Padahal, Dwiki sendiri dibebani target untuk bisa meraih medali emas di nomor 200 meter gaya dada. Tentu masa persiapan harus dilakukan secara maksimal.

"Tapi Alhamdulillah makin kesini makin membaik. Sempat berhenti karena Covid, sekarang sudah mulai jalan lagi latihannya dan diizinkan menggunakan Kolam Renang Pajajaran untuk digunakan latihan," ungkap Dwiki di Ruang Kominfo KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis (12/11/2020).

Selain itu, Dwiki juga merasa terbantu dengan kehadiran perenang jarak jauh yang tergabung dengan Pelatnas. Ini membuatnya semakin bersemangat untuk meningkatkan performanya. 

"Sebagai perenang gaya dada itu membutuhkan daya tahan tubuh yang baik. Untungnya ada perenang jarak jauh yang ikut pelatnas. Alhamdulillah itu membantu saya, karena pengimbang saya bukan perenang gaya dada lagi, tapi perenang jarak jauh," tuturnya. 

Meski demikian, perenang berusia 20 tahun ini belum sepenuhnya puas. Dia masih memerlukan beberapa pertandingan untuk melihat kemampuannya. 

"Sejak Covid ini, tidak ada lagi lomba-lomba atau kejuaraan-kejuaraan. Dan prestasi kita pun hilang. Mudah-mudahan di 2021 nanti ada lagi lomba atau kejuaraan untuk bisa kembali meningkatkan kualitas," harapnya. 

Disisi lain, pelatih renang Jabar, Dani Munandar mengatakan bahwa total 38 medali yang diperebutkan di renang, Jabar menargetkan untuk bisa meraih 12-13 medali emas. Menurutnya itu merupakan target rasional. 

"(PON) kemarin target menurun karrna peta kekuatan renang sekarang terutama di putri agak berat. Sebab saat ini sudah mulai bermunculan bibit-bibit seperti DKI Jakarta," kata Dani.

Dani mengatakan sebenarnya Jabar juga memiliki banyak bibit perenang yang bisa menjadi andalan. Mulai dari grede dua hingga grade tiga dan empat. 

"Tapi dipakai daerah lain," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)