Brimob Polda Jabar Sosialisasikan 3M kepada Wisatawan Pemandian Air Panas Ciater

Brimob Polda Jabar Sosialisasikan 3M kepada Wisatawan Pemandian Air Panas Ciater
istimewa

INILAH, Bandung - Satuan Brimob Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyosialisasikan tentang pentingnya protokol kesehatan mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak (3M) ke wisatawan pemandian air panas Ciater, Subang. Selain itu, petugas juga memberikan teguran terhadap wisatawan yang memakai masker.

Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol Asep Saepudin mengatakan, tujuan dari patroli kali ini yaitu untuk mendukung program pemerintah tentang AKB dan menjelasakan kepada wisatawan mengenai 3M tersebut dari mulai menggunakan masker, mencuci tangan dengan menggunakan sabun atau hand sanitizer dan juga menjaga jarak aman minimal 1 meter serta tidak boleh berdesakan.

"Sebelumnya kita tahu tempat wisata menjadi pusat utama masyarakat terjangkit Covid-19 maka dari itu kita buat protokol kesehatan yang tetap seperti 3M ini, sehingga diharapkan saat padatnya hiruk-pikuk masyarakat di lingkungan wisata tidak ada kelonjakan kasus positif corona," ucap Asep dalam keterangan persnya, Jumat (13/11/2020).

Selain itu, Asep mengungkapkan kegiatan tersebut juga sekaligus memberikan pemahaman terhadap para pelaku usaha di bidang pariwisata. Pasalnya, Pemerintah akan tegas kepada pelaku usaha pariwisata, apabila nanti melanggar atau tidak menerapkan protokol kesehatan saat new normal.

"Para pelaku usaha khususnya di bidang wisata juga harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, pembatasan jam dan kapasitas operasional, pengaturan jumlah kunjungan dan pembatasan waktu sirkulasi pengunjung," ungkap Asep.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago menuturkan kegiatan ini juga merupakan salah satu kepedulian Polri, serta bentuk Bakti Sat Brimob Polda Jabar terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19.

"Ini merupakan bentuk Bhakti Sat Brimob Polda Jabar dalam hal ini di wilayah Ciater Kabupaten Subang untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19," tutur Erdi.

Lebih lanjut, Erdi berpesan untuk seluruh masyarakat Jawa Barat jangan pernah menganggap remen Covid-19. Pasalnya, pandemi Covid-19 belum dinyatakan berakhir, artinya kewaspadaan dengan terus menerapkan protokol kesehatan perlu dilakukan.

"Jangan anggap remeh tentang virus corona ini, karena wabah virus ini sudah menjadi pandemi, kita harus tetap waspada," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)