Mercedes-Benz Rayakan Kiprah 50 Tahun di Indonesia

Mercedes-Benz Rayakan Kiprah 50 Tahun di Indonesia
istimewa

INILAH, Jakarta - Tahun 2020 ini menandai tonggak sejarah perayaan kehadiran 50 tahun Mercedes-Benz di Indonesia beserta produksi rakitan lokal kendaraan-kendaraannya.

Memperingati momen spesial ini, PT Mercedes-Benz Indonesia merayakan tahun keemasan ini bersama dengan seluruh karyawan Mercedes-Benz di daerah pabrik Wanaherang sebagai bagian penting dari perjalanan Mercedes-Benz di Indonesia.

Perwakilan manajemen dari PT Mercedes-Benz Indonesia beserta karyawan yang bekerja di kantor dan dari rumah berpartisipasi dalam kegiatan perayaan ini.

Dalam acara ini, PT Mercedes-Benz Indonesia juga menampilkan serangkaian kendaraan yang dirakit secara lokal di pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang; antara lain GLE 450 4MATIC dan GLS 450 4MATIC dimana kedua model ini mewakili segmen SUV kelas atas yang sangat sukses.

"Tahun ini merupakan tahun yang sangat spesial dari berbagai aspek, akan tetapi satu hal yang harus kita ingat adalah: Mercedes-Benz merayakan 50 tahun kehadirannya di Indonesia. Selama 50 tahun, Mercedes-Benz telah memproduksi serangkaian produk kendaraan luxury di Indonesia, untuk Indonesia," kata Patrick Schwind, President Director PT Mercedes-Benz Indonesia.

"Kami telah menunjukkan dan membuktikan bahwa kami mampu untuk merakit dan memproduksi kendaraan luxury berkualitas tinggi di Indonesia, serta memberikan kesenangan kepada pelanggan kami dengan kendaraan mobil penumpang yang dirakit secara khusus oleh kami," dia melanjutkan.

Perjalanan sejarah Mercedes-Benz di Indonesia bermula di tahun 1970 dimana PT German Motors Manufacturing didirikan sebagai fasilitas manufaktur dan perakitan baru untuk produk Daimler-Benz yang berlokasi di Tanjung Priok.

Peresmian PT German Motor Manufacturing secara resmi menandai dimulainya era baru Mercedes-Benz di Indonesia.

 

Pada tahun 1973, PT German Motor Manufacturing memulai memproduksi mobil penumpang Mercedes-Benz 200, 240 D, dan 280 dari seri W 115.

Selama lima dekade ini, Mercedes-Benz telah memproduksi serangkaian produk-produk unggulan yang telah menjadi primadona di pasar mobil luxury di Indonesia seperti dimulai dari segmen sedan seperti W 123 Series dan S-Class (W 126 Series), hingga G-Class (W 463) beserta model SUV seperti ML-Class (W 166 Seires) dan GL-Class (X 166).

Saat ini, PT Mercedes-Benz Indonesia memproduksi serangkaian produk-produk unggulan di Indonesia, seperti C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE, serta new GLS.

Lokasi pabrik perakitan saat ini didirikan pada tahun 1978 di area seluas 42 hektare di daerah Wanaherang, Bogor, Jawa Barat. Pada tahun 2009, pabrik Mercedes-Benz Indonesia dinyatakan sebagai produsen otomotif dengan sertifikasi Eco-industri dari TUV Rheinland, untuk memastikan tujuan dan prinsip terkait lingkungan saat proses produksinya.

Rangkaian perjalanan produk-produk Mercedes-Benz yang telah diproduksi di Indonesia antara lain:

- Mercedes-Benz W 120 Series (1956)
- Mercedes-Benz W 114/115 Series (1973)
- Mercedes-Benz W 123 Series (1977)
- Berdirinya Pabrik Wanaherang (1978)
- Mercedes-Benz S-Class W 126 Series (1979)
- Official opening of PT German Motor Manufacturing in Wanaherang (1982)
- Mercedes-Benz G-Class W 463 Series (1984)
- Mercedes-Benz E-Class W 124 Series (1986)
- Mercedes-Benz C-Class W 202 Series (1994)
- Mercedes-Benz E-Class W 210 (1996)
- Sertifikasi pertama ISO 9001 di industri otomotif di Indonesia oleh TUV Rheinland (1996)
- Mercedes-Benz C-Class W 204 (2007)
- Mercedes-Benz S-Class V 221 (2008)
- Mercedes-Benz ML-Class W166 (2012)
- Mercedes-Benz S-Class V 222 (2014)
- Mercedes-Benz GLC X 253 (2015)
- Mercedes-Benz GLS X166 (2020)

"Saya ucapkan rasa terima kasih saya kepada seluruh karyawan Mercedes-Benz Indonesia; karena kontribusi mereka kepada perusahaan selama bertahun-tahun ini sangatlah berharga. Semua hasil pencapaian yang luar biasa selama ini tak lepas dari kerja sama kita sebagai tim solid dan saya menantikan masa depan yang sukses untuk pabrik perakitan kami di Wanaherang," tutup Patrick. (inilah.com)