Tingkat Stres Bisa Diketahui Dari Kotoran Telinga

Tingkat Stres Bisa Diketahui Dari Kotoran Telinga
istimewa

INILAH, Jakarta - Kotoran telinga juga dapat menyimpan catatan tingkat kortisol hingga berminggu-munggu. Kortisol merupakan hormon penting menggamabarkan saat seseorang meningkat stresnya dan atau menurun saat rileks.

Dilansir dari Livescience, para peneliti mengatakan kotoran telinga stabil dan tahan terhadap kontaminasi bakteri, sehingga dengan mudah dapat dikirim ke laboratorium untuk dianalisis.

Di sisi lain, teknik usap atau swab yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan kotoran telinga menurut para partisipan jauh lebih nyaman dari metode lain.

Selain melalui kotoran telinga, pemeriksaan kortisol dapat dilakukan dengan menggunakan air liur, darah dan rambut. Saat stres menghadapi jarum suntik juga dapat meningkatkan kadar kortisol.

Sementara jika menggunakan sampel rambut, memang dapat memberikan gambaran singkat tentang kortisol selama beberapa bulan tetapi analisis rambut tergolong mahal.

Pemeriksaan kotoran telinga sebelumnya menggunakan jarum suntik, sehingga terkadang menyakitkan. Kini Herane-Vives dan rekan-rekannya telah mengembangkan metode swab yang tidak membuat stres pasien.

"Setelah studi percontohan yang berhasil ini, jika perangkat kami dapat diteliti lebih lanjut dalam uji coba yang lebih besar, kami berharap dapat mengubah diagnosis dan perawatan bagi jutaan orang dengan depresi atau kondisi terkait kortisol seperti penyakit Addison dan sindrom Cushing, dan kemungkinan banyak kondisi lainnya," kata peneliti dalam sebuah pernyataan.

Ke depannya, mereka berharap kotoran telinga juga bisa digunakan untuk memantau hormon lain.

Dalam penelitian kali ini para peneliti tidak melibatkan orang-orang dari daratan Asia, hal ini dikarenakan kotoran telinga orang Asia kering, tidak basah dan tidak berlilin. (inilah.com)