Tiga Hari Razia Protokol Kesehatan, Satpol PP Kota Bandung Kumpulkan Denda Rp2,5 Juta

Tiga Hari Razia Protokol Kesehatan, Satpol PP Kota Bandung Kumpulkan Denda Rp2,5 Juta
Foto: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung terus memasifkan operasi perketatan Adaptasi Kebiasaan baru (AKB). Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan di tujuh kecamatan, aparat penegak peraturan daerah (Perda) ini berhasil mengumpulkan denda administrasi hingga Rp2.550.000.

“Total pelanggar yang tercatat sebanyak 227 orang. Pengenaan sanksi tersebut terkait pelanggaran protokol kesehatan, khususnya terkait penggunaan masker,” kata Kasatpol PP Kota Bandung Rasdian Setiadi, Jumat (13/11/2020).

Menurutnya, para pelanggar yang dikenakan sanksi denda administrasi sebanyak 51 orang. Sedangkan 158 lainnya dikenai sanksi sosial. Sesanya 18 orang diberikan teguran tertulis.

“Khusus denda administrasi, setiap pelanggar membayar Rp50.000. Perlu diingat bila denda tersebut disetorkan langsung oleh bendahara penerimaan pada Satpol PP ke Rekening Kas Daerah Kota Bandung,” ucapnya.

Sebanyak tujuh kecamatan yang menjadi sasaran operasi perketatan AKB pada minggu ke-2 November 2020 meliputi Kecamatan Panyileukan, Gedebage, Rancasari, Buah batu, Lengkong, Batununggal dan Sumur Bandung.

“Kami masih akan melanjutkan kegiatan serupa ke 23 kecamatan lainnya,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Koordinator Sub Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung ini.

Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan (Kasi Sidik Tindak) Satpol PP Kota Bandung Mujahid Syuhada menjelaskan, pada hari ke-3 pelaksanaan kegiatan tepatnya Jumat (13/11/2020), petugas gabungan berhasil menindak 97 pelanggar di tiga kecamatan. Kecamatan tersebut meliputi Lengkong, Batununggal hingga Sumur Bandung.

“Hari ini, ada 12 orang pelanggar yang dikenakan sanksi membayar denda administrasi. Sedangkan 85 orang lainnya diberikan sanksi sosial seperti membersihkan lingkungan di sekitar lokasi operasi,” kata Mujahid.

Dia menambahkan berbeda dengan du hari sebelumnya, pengenaan sanksi hanya dua jenis. Dia pun berharap pengenaan sanksi pada masa AKB ini bisa memberikan efek jera kepada masyarakat. Namun, dia berharap kesadaran dari diri sendiri lebih diutamakan.

“Kita di lapangan tentu melihat beratnya pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat. Jadi, menggunakan masker bukan karena ada operasi dimana-mana. Tetapi karena kita sadar bila menggunakan masker adalah untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang manfaatnya untuk diri sendiri, keluarga dan orang di sekitar kita,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang pelanggar, ASP (33), yang terjerat operasi perketatan AKB di depan Kantor Kelurahan Burangrang di Jalan Lodaya, Kecamatan Lengkong mengaku lupa membawa masker.

“Kebetulan pulang kerja malam. Saya mau ke warung dan ganti jaket. Nah masker saya di jaket yang satunya. Ke depan saya akan lebih memperhatikan lagi protokol kesehatan,” kata ASP. (Yogo Triastopo)