Penyaluran BST, Protokol Kemensos Mulia Sebarkan Hand Sanitizer

Penyaluran BST, Protokol Kemensos Mulia Sebarkan Hand Sanitizer
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Kamis (5/11/2020) itu di Kantor Desa Manyeti, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang dilakukan seremoni penyaluran bantuan sosial tunai (BST) tahap ke-8 untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Kerumunan massa saat itu tak terhindarkan. Namun, bersama aparat pemerintahan daerah setempat panitia gabungan dari Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), dan PT Pos Indonesia sebagai penyalur BST menerapkan protokol kesehatan ketat.

Dari ratusan ribu orang yang berkumpul, tampak seorang lelaki sibuk sendiri. Dia berjalan ke sana kemari sambil menenteng sebuah botol yang berisi cairan hand sanitizer. Lengkap dengan masker wajah, dia menawarkan kepada setiap orang yang dijumpai untuk membasuh masing-masing kedua tangannya.

Beberapa kali, bantuan itu tak dihiraukan. Maklum, yang ditawarinya untuk membasuh tangan tergolong orang lanjut usia. Namun, bagi orang dewasa yang berkumpul justru bantuan botol pembersih tangan itu disambut gembira. Terlebih, anak-anak yang saat itu pun hadir bersama orang tuanya.

Saat INILAH mendekati orang yang memiliki niat mulia itu, dia malah menyambut dengan botol di tangan. Seketika itu pun cairan dingin keluar dari botol dari lubang keluar yang dipencet.

"Ayo pak, basuh tangan," kata orang tersebut dengan ramah.

Dalam waktu singkat itu, dia mengaku bernama Syaiful Sholeh. Dari baju yang dikenakan, jelas terpampang dia pegawai Protokol Kemensos. Dan betul saja saat dia memperkenalkan dirinya.

"Saya staf Protokol Kemensos," ucap Syaiful sembari menunjukkan tulisan di kaos berwarna abu-abu gelap.

Sementara itu, terkait bantuan yang diberikan PT Pos Indonesia kembali BST. Khusus di Jabar, Direktur Utama PT Pos Indonesia Faizal R Djoemadi mengatakan pada tahap ke-8 ini pihaknya merealisasikan sebesar 96%. 

“Saat ini, kita menyelurkan BST tahap ke-8, November-Desember. Secara nasional, realisasinya sudah 98,3%. Sedangkan, untuk Jabar realisasinya mencapai 96%,” kata Faizal saat ditemui di penyaluran BST tahap ke-8 di Kantor Desa Manyeti, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang.

Menurutnya, penyaluran BST tahap ke-8 di Desa Manyeti itu Pos Indonesia menyalurkan bantuan dengan nilai Rp300 ribu untuk setiap keluarga penerima manfaat (KPM) dengan jumlah alokasi 317 KPM.  

Faizal menuturkan, pada tahap ke-1 hingga ke-7 sebelumnya untuk wilayah Jabar memiliki alokasi 1.220.935 KPM. Saat itu, terealisasi sebanyak 1.210.880 KPM atau 99,18%. Adapun, penyaluran BST secara nasional sampai dengan tahap ke-6 telah tersalurkan sebanyak 98%. 

Selain BST, Pos Indonesia pun melakukan penyaluran bantuan sosial tunai dana desa dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) sebanyak 136.384 KPM. Alokasi untuk Jabar terhitung sebanyak 5.184 KPM. 

Dia menjelaskan, skema bantuan sosial tunai dana desa itu disiapkan pemerintah di luar bantuan sosial dan bantuan lainnya bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Penyaluran bantuan sosial tunai dana desa menurut data Kementerian Desa PDTT telah tersalurkan sebanyak Rp48,38 triliun atau 67,95% yang tersebar di 33 provinsi. 

Di tengah pandemi, adanya bantuan sosial tunai dana desa bisa dimanfaatkan untuk penanggulangan Covid-19. Bersama Pos Indonesia, pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan sosial tunai dana desa sehingga dapat dimanfaatkan untuk penanggulangan Covid-19 di desa, sekaligus juga digunakan dalam stimulus bantuan dosial tunai dana desa.

“Pos Indonesia optimistis penyaluran BST dan penyaluran bantuan sosial tunai dana desa tahap lanjutan ini dapat berjalan dengan baik dan tuntas sesuai target melalui kerjasama dengan pemerintahan daerah. Kita mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, memperbanyak titik layanan, memperpanjang jam layanan, serta memperluas kerjasama dengan komunitas di daerah, dan selalu menerapkan protokol kesehatan baik untuk seluruh petugas maupun KPM,” jelasnya. 

Dari pantauan, penyaluran BST itu disaksikan Menteri Sosial Juliari P Batubara dan Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar. (Doni Ramdhani)