RUU Larangan Minol, MUI Jabar Minta Ormas Islam Lakukan Pengawalan

RUU Larangan Minol, MUI Jabar Minta Ormas Islam Lakukan Pengawalan
ilustrasi

INILAH, Bandung- MUI Jawa Barat meminta umat Islam di Indonesia dan para Ormas Islam di pusat ikut mengawasi dan mengawal soal Rancangan Undang-undang (RUU) minuman beralkohol atau minol.

Seperti diketahui, DPR RI tengah menggodok RUU larangan minol. Di antaranya isianya ada beberapa pasal yangmenyebutkan jika penjual mulai tingkat distributor hingga pengecer bisa dikenakan sanksi, baik denda ataupun penjara. Begitu juga bagi pengonsuminya.

Sekretaris Umum (Sekum) MUI Jabar Rafani Akhyar mengaku sangat menyambut baik memang jika RUU itu disahkan. Memang dari dulu MUI sebagai pengawal umat sangat berharap seperti itu.

”Kalau memang ranangannya seperti itu, kita sangat menyambut baik. Karena dari kita sangat mengharapkan itu,” katanya saat dihubungi, Jumat (13/11/2020).

MUI Jawa Barat sangat mengapresiasi usulan yang diajukan oleh legislatif. Kendati begitu, dia berharap saat pembahasan nanti di DPR bisa berjalan lancar. Karena ini kan baru rancangan, kemungkinan bisa berubah.

”Makanya harus ada yang mengawal di DPR, ormas Islam pimpinan pusat dan MUI di pusat harus mengawal pembahasannya. Karena tidak menutup kemungkinan pembahasan di DPR banyak yang aneh-aneh, seperti kemarin Omni Bus Law ada salah ketik segala.” Ujarnya.

Menurutnya, pengawalan RUU ini oleh Ormas Islam di pusat mau tidak mau harus dilakukan, terlebih yang namanya di DPR kan orang-orang politik. Dikhawatirkan terjadi proses tarik-menarik untuk kepentingan politik di DPR.  (Ahmad Sayuti)