Viral Tantang Polisi di Medsos, Pria Ini Diciduk Satreskrim Polrestabes Bandung

Viral Tantang Polisi di Medsos, Pria Ini Diciduk Satreskrim Polrestabes Bandung
istimewa

 

INILAH, Bandung - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung berhasil menangkap pelaku ujaran kebencian terhadap intitusi Polri maupun pemerintah. Diduga, pelaku merupakan anggota kelompok anarko.

Kapolrestabes Bandung Kombes Ulung Sampurna Jaya, menjelaskan penangkapan tersebut berawal dari adanya video viral di media sosial dari akun instagram @classypunkwashere, yang membuat ujaran kebencian dan kegaduhan, Kamis (12/11/2020).

Dalam video tersebut, pria itu menuliskan komentar 'RUU RUU makin anjing, polisi buka seragam ayo baku hantam aja kita @praburestabesbandung. Saya minum, saya ngobat, saya nyabu, sini polisi mampir aja ke rumah' tulisnya dalam video tersebut.

Sehari kemudian, tepatnya pada Jumat (13/11/2020) malam, pria tersebut langsung diamankan oleh Satreskrim Polrestabes Bandung dan Tim Prabu 3 Polrestabes Bandung dan dibawa ke Polrestabes Bandung untuk dimintai keterangan.

"Semalam tanggal 13 November 19.00 WIB, tim polrestabes bandung menangkap seorang berinisial DM, yang mana DM ini telah melakukan penyebaran menimbulkan permusuhan atau kebencian di konten media sosial," ucap Ulung saat ungkap kasus di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Sabu (14/11/2020).

Berdasarkan pemeriksaan terhadap pelaku, Ulung menjelaskan, diketahui pelaku memiliki kebencian terhadap aparat dan lembaga negara lainnya. Kebencian tersebutlah yang menjadi penyebab pelaku membuat video viral tersebut.

"Dari hasil pemeriksaan, dia membenci aparat atau pemerintah, dan negara, jadi dengan kebencian itu dia selalu menjelek jelekkan dan memberikan konten yang bersifat kebencian kepada suatu golongan yang bisa disebut sara," ungkap Ulung.

Saat disinggung pelaku merupakan anggota anarko. Ulung menyebutkan, berdasarkan analisis terhadap tato di tubuh pelaku, diduga kuat pelaku merupakan anggota kelompok anarko.

"Seperti kita lihat di badannya, dan pengakuannya tidak suka dan benci terhadap aparat negara, bisa dilihat dari tanda bukti tato yang ada berlambang A, seperti kita ketahui bersama," tutur Ulung.

Ulung menambahkan diduga kuat pelaku juga kerap turut serta dalam aksi anarkis yang kerap terjadi di Kota Bandung. Paslanya, diduga kuat aksi anarkis di Kota Bandung dilakukan oleh kelompok anarko.

"Dalam hal ini dia ada dalam aksi itu, dan dia memang termasuk di dalam gambar itu, dipastikan dia ikut kegiatan setiap ada unjuk rasa, dan menimbulkan keresahan dan perpecahan dalam unjuk rasa tersebut," pungkasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku DM disangkakan Pasal 45A ayat (2) UU nomor 19 Tahun 2016 tentang Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UUITE). (Ridwan Abdul Malik)