DKUPP Purwakarta Maksimalkan DID untuk Pemulihan Ekonomi

DKUPP Purwakarta Maksimalkan DID untuk Pemulihan Ekonomi
net

INILAH, Purwakarta - Jajaran Pemkab Purwakarta saat ini fokus melakukan beragam program pemulihan ekonomi masyarakat. Hal itu dilakukan, agar roda ekonomi warga kembali berputar setelah terhenti beberapa saat akibat pandemi Covid-19.

Seperti yang dilakukan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) setempat misalnya. Dinas tersebut, saat ini sedang mendorong 300 pelaku industri kecil masyarakat (IKM) yang tergabung dalam 17 kelompok di wilayah ini untuk kembali bangkit dari keterpurukan. Yakni, dengan cara mengasah keterampilannya, termasuk diberi bantuan peralatan untuk penunjang usaha mereka.

Kepala DKUPP Kabupaten Purwakarta Karliati Djuanda mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 ini hampir seluruh sektor yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat mengalami kelesuan. Atas dasar itu, fokus kedepan jajarannya tak lain lebih mengedepankan penggunaan anggaran di dinasnya pada upaya pemulihan ekonomi masyarakat terutama di sektor yang menjadi tanggu jawab dinasnya.

“Alhamdulillah, ada bantuan dari dana insentif daerah (DID). Kami maksimalkan anggaran tersebut untuk pemulihan ekonomi,” ujar Karliati kepada INILAH, akhir pekan kemarin.

Adapun pemulihan di sektor perdagangan ini, terang dia, itu misalnya difokuskan untuk memperbaiki pasar-pasar tradisional. Kemudian, mendorong para pelaku UMKM dengan memberikan stimulus modal usaha. Termasuk menberikan bantuan berupa sarana dan pra sarana.

“Saat ini, kami sudah mendapat arahan dari Ibu Bupati, untuk terus menggenjot pemulihan ekonomi,” ujar Karliati.

Sementara itu, Kabid Perindustrian DKUPP Purwakarta Tiktik Kartika Wulansari menambahkan salah satu upaya yang dilakukan jajarannya untuk pemulihan ekonomi ini, yakni dengan melakukan pelatihan bagi pelaku IKM. Untuk pelatihan sendiri, mulai dilakukan pada pekan ketiga November dan akan dipush hingga Desember mendatang.

“Untuk pelatihan IKM ini, berlangsung selama 1,5 bulan,” ujar Tiktik.

Tiktik menjelaskan, banyak macam pelatihan yang disediakan bagi masyarakat ini. Adapun pelatihan yang didukung anggaran dari DID ini, meliputi pelatihan menjahit, servis kendaraan roda dua, pelatihan membuat roti, pelatihan membuat dodol aneka buah, pelatihan aneka kripik, pelatihan membuat abon ikan nila, pelatihan olahan jamur dan pelatihan kemasan.

Sedangkan, tujuan pelatihan ini tak lain untuk meningkatkan skill para pelaku IKM. Supaya, keterampilan dan wawasan mereka bertambah. Sehingga, kedepannya dari pelatihan ini bisa mencetak kelompok wirausahawan baru.

Adapun warga yang akan mengikuti pelatihan ini, yakni sebanyak 300 peserta yang tergabung dalam 17 kelompok. Selain pelatihan, mereka juga akan mendapat bantuan peralatan yang sesuai dengan keinginan para pelaku usaha ini. (Asep Mulyana)