Rasul: Apakah Kalian Tak Jera Menyakiti Abu Bakar?

Rasul: Apakah Kalian Tak Jera Menyakiti Abu Bakar?
Ilustrasi/Net

TIDAK ada lelaki yang memiliki keutaman sebanyak keutamaan Abu Bakar Radhiallahuanhu. Abu Bakar Ash Shiddiq adalah manusia terbaik setelah Nabi Muhammad Shallallahualaihi Wasallam dari golongan umat beliau. Ibnu Umar Radhiallahuanhu berkata: "Kami pernah memilih orang terbaik di masa Nabi Shallallahualaihi Wasallam. Kami pun memilih Abu Bakar, setelah itu Umar bin Khattab, lalu Utsman bin Affan Radhiallahuanhu" (HR. Bukhari)

Dari Abu Darda Radhiallahuanhu, ia berkata: "Aku pernah duduk di sebelah Nabi Shallallahualaihi Wasallam. Tiba-tiba datanglah Abu Bakar menghadap Nabi Shallallahualaihi Wasallam sambil menjinjing ujung pakaiannya hingga terlihat lututnya. Nabi Shallallahualaihi Wasallam berkata: Sesungguhnya teman kalian ini sedang gundah. Lalu Abu Bakar berkata, "Wahai Rasulullah, antara aku dan Ibnul Khattab terjadi perselisihan, aku pun segera mendatanginya untuk meminta maaf, kumohon padanya agar memaafkan aku namun dia enggan memaafkanku, karena itu aku datang menghadapmu sekarang.

Nabi Shallallahualaihi Wasallam lalu berkata: "Semoga Allah mengampunimu wahai Abu Bakar. Sebanyak tiga kali, tak lama setelah itu Umar menyesal atas perbuatannya, dan mendatangi rumah Abu Bakar sambil bertanya, "Apakah di dalam ada Abu Bakar?" Namun keluarganya menjawab, tidak. Umar segera mendatangi Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam. Sementara wajah Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam terlihat memerah karena marah, hingga Abu Bakar merasa kasihan kepada Umar dan memohon sambil duduk di atas kedua lututnya, "Wahai Rasulullah Demi Allah sebenarnya akulah yang bersalah", sebanyak dua kali.

Maka Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam bersabda, Sesungguhnya ketika aku diutus Allah kepada kalian, ketika itu kalian mengatakan, "Engkau pendusta wahai Muhammad", Sementara Abu Bakar berkata, "Engkau benar wahai Muhammad". Setelah itu dia membelaku dengan seluruh jiwa dan hartanya. Lalu apakah kalian tidak jera menyakiti sahabatku? sebanyak dua kali. Setelah itu Abu Bakar tidak pernah disakiti" (HR. Bukhari)

Beliau juga orang yang paling pertama beriman kepada Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam, menemani Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam dan membenarkan perkataannya. Hal ini terus berlanjut selama Rasulullah tinggal di Mekkah, walaupun banyak gangguan yang datang. Abu Bakar juga menemani Rasulullah ketika hijrah.