Kasus Positif Covid-19 di Bogor Melonjak Usai Libur Panjang

Kasus Positif Covid-19 di Bogor Melonjak Usai Libur Panjang
Wali Kota Bogor Bima Arya. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Kasus Covid-19 di Kota Bogor melonjak dalam dua pekan terakhir. Bahkan pada Minggu (15/11), penambahan kasus mencapai 103 kasus.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengakui peningkatan jumlah kasus Covid-19 selama beberapa pekan terakhir, bahkan jumlah kasus harian rata-rata mencapai 40-an orang. 

"Kota Bogor hingga kini belum aman dari Covid-19. Angka positif Covid-19 kami masih naik terus. Sekarang capai 40-an (kasus per hari-red). Kalau lihat datanya, di 22 Oktober sampai 12 November, itu ada 538 kasus positif," ungkap Bima kepada INILAH usai mengikuti Mauludi Nabi di sekolah Al Ghazaly Kota Bogor pada Minggu (15/11/2020).

Bima melanjutkan, dari jumlah itu, 12 persen diantaranya disebabkan terjadi saat libur panjang cuti bersama beberapa waktu lalu. Sehingga ia berkesimpulan, kemungkinan besar lah satu penyebab lonjakan karena liburan panjang. Dimana 40 persen diantaranya terjadi bagi orang-orang yang liburan dalam kota.

"Sisanya orang-orang yang keluar kota. Ada juga yang karena silaturahmi dengan keluarga. Jadi liburan panjang ini ada yang karena rekreasi keluarga, ada yang silaturami keluarga. Itu menyumbang kasus positif juga," tambah Bima.

Bima menekankan, angka kasus Covid-19 di Kota Bogor masih akan terus naik, dampak dari liburan panjang lalu.

"Jadi betul, liburan panjang ini menyebabkan lonjakan kasus," terangnya.

Bima menjelaskan, ini sebuah pelajaran, termasuk bagi pemerintah dalam membuat kebijakan ditengah masa pandemi ini. Serta harus ada keputusan yang tegas. Dirinya menyarankan sebaiknya kedepan perlu membatasi adanya waktu libur panjang cuti bersama. Harus ada kesepakatan bersama antar menteri untuk batalkan dulu kebijakan serupa.

"Kan sekarang banyak Work From Home (WFH), banyak liburnya. Daripada menyumbang korban, lebih baik longweekend itu dikaji kembali. Lalu, saya kira harus lebih diperketat lagi tempat hiburan, tempat wisata. Itu menyumbang lebih banyak, karena protokol kesehatan banyak diabaikan," jelasnya.

Bima memaparkan, dari data yang dirilis Satgas Covid-19 Kota Bogor hingga Sabtu (14/11/2020), lonjakan jumlah kasus terjadi satu hingga dua pekan terakhir. Sejak Minggu (8/11/2020) hingga Sabtu (14/11/2020) lalu, tercatat 296 kasus baru muncul dengan rata-rata 40-an kasus baru per hari.

"Rinciannya pada Minggu (8/11) ada 48 orang, lalu Senin (9/11) ada 37 orang, Selasa (10/11) muncul kasus 30 orang. Kemudian pada Rabu (11/11) ada 48 orang, Kamis (12/11) sebanyak 38 orang, Jumat (13/11) ada 46 orang dan terakhir Sabtu (14/11) sebanyak 49 orang," pungkasnya. (Rizki Mauludi)