Realme 7 Pro, Ponsel Menengah Rasa 'Flagship'

Realme 7 Pro, Ponsel Menengah Rasa 'Flagship'
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Jakarta- Realme aktif membawa pembaruan perangkat ke Tanah Air dengan menghadirkan sejumlah ponsel di berbagai lini, termasuk seri angka yang saat ini telah menyentuh 7, dengan Realme 7 Pro menjadi smartphone terbaru di seri tersebut.

Brand smartphone asal China itu memposisikan Realme 7 Pro sebagai ponsel dengan pengisian daya tercepat di segmennya. Mensasar pasar ponsel menengah ke atas, Realme membenamkan teknologi "65W SuperDart Charge" pada 7 Pro.

Teknologi pengisian daya itu biasanya ditanamkan pada ponsel flagship. Selain fitur tersebut, Realme 7 Pro juga memiliki "jeroan" yang menarik dari segi kamera, hingga dapur pacu, tak ketinggalan diperkuat dengan desain dan layar.

Dengan segala fitur yang dibawa, kehadiran smartphone tersebut memperketat persaingan di kelas ponsel menengah atas Tanah Air. Berikut ulasan ANTARA untuk Realme 7 Pro.
 

(Video unboxing dan hands-on Realme 7 Pro. ANTARA/Arindra Meodia)



Desain
Realme 7 Pro dikemas dalam bodi berdimensi 160,9 x 74,3 x 8,7mm dengan bobot 182 gram, ukuran yang ringkas dan ringan yang biasa diusung ponsel kelas flagship. Ponsel tersebut juga membawa layar Super AMOLED 6,4 inci dengan rasio 20:9, beresolusi 2400x1080P FHD+, sementara rasio layar-ke-bodi 90,8 persen.

Layar Super AMOLED disertai dengan sidik jari dalam layar atau in-display, sehingga lebih nyaman digunakan. Layar Realme 7 Pro juga mengusung desain layar penuh, dengan hanya ada satu lubang untuk menempatkan kamera depan, yang membuat tampilan lebih lega.

Sementara, untuk kualitas, layar Realme 7 Pro memiliki kecerahan puncak 600nits, gamut warna 98 persen NTSC, mendukung penyesuaian dua mode warna -- mode Vivid, dengan color gamut P3, dan mode Gentel dengan nada warna sRGB.

Layar tersebut juga telah mendukung fungsi penyesuaian suhu warna layar untuk mengurangi radiasi cahaya biru layar, juga mendukung fungsi efek visual OSIE, sehingga membuat tampilan dan intensitas warna pada video lebih jernih.

Beranjak ke desain ponsel pada bagian belakang, Realme 7 Pro menghadirkan desain kaca mengkombinasikan geometrik desain yang dinamai AG Split Design untuk visual perpecahan warna. Desain itu dipisahkan garis vertikal, lengkap dengan tulisan "realme" yang juga disusun secara vertikal pada sudut kiri bawah.

Garis vertikal tersebut membelah plat kotak tempat quad-camera pada sudut kanan atas, yang di dalamnya terdapat tulisan "64MP AI Camera." Realme 7 Pro juga memiliki desain lengkung pada kedua sisi sampingnya, yang membuat perangkat nyaman digenggam.



Secara keseluruhan desain, tampilan yang dibawa Realme 7 Pro Mirror Silver tampak premium dan elegan, yang lagi-lagi umumnya ditemukan pada perangkat flagship.

Sementara itu, pada bagian bawah perangkat ditempatkan speaker, port USB Type-C yang telah mendukung pengisian daya cepat, juga port headphone jack 3.5mm. Pada bagian kanan terdapat tombol on/off, sedangkan pada sisi kiri terdapat tombol volume serta slot tiga kartu, untuk 2 kartu SIM dan sebuah kartu MicroSD hingga 256GB.

Software
Realme 7 Pro berjalan pada Android 10 dengan antarmuka Realme UI. Launcher Realme yang terbilang baru tersebut terasa mulus dan menyenangkan saat digunakan karena memang dirancang dengan mengingat preferensi dan estetika konsumen muda.

Saat layar diusap ke bawah akan muncul notifikasi dan akses cepat ke pengaturan, yang saat ditarik lagi akan muncul lebih banyak mode pengaturan yang bisa diakses. Sementara, saat layar diusap ke atas akan muncul semua aplikasi yang ada pada ponsel sesuai dengan urutan abjad.

Realme UI membawa lebih banyak fitur baru, salah satu di antaranya adalah Soloop, alat untuk mengedit video pendek. Saat membuka aplikasi, dijelaskan bahwa Soloop menggunakan teknologi "image processing" untuk mengedit video.

Alat ini dapat secara otomatis mengenali dan mengkategorikan file media. Penggunaannya juga cukup mudah, dengan memilih template pada aplikasi untuk memulai edit video, kemudian klip tersebut akan dipilihkan musik latar yang sesuai.

Launcher bawaan Realme itu juga membawa sejumlah aplikasi pra-instal, salah satunya Phone Manager untuk membantu memaksimalkan performa pada ponsel dengan sejumlah fitur, termasuk memeriksa status dan optimalisasi ponsel, memindai virus dan membersihkan ruang penyimpanan.



Ada pula aplikasi File Manager, sebagai tempat untuk memudahkan mengatur ruang penyimpanan. Aplikasi tersebut akan menampilkan memori yang terpakai untuk sejumlah file, mulai dari foto, video, audio, hingga dokumen yang diunduh.

Realme UI juga membawa aplikasi Phone Clone, yang dapat dimanfaatkan untuk migrasi data ke ponsel baru, juga aplikasi Game Center, yang merupakan tempat untuk memesan, mengunduh dan memperbarui game, serta Realme Community, yang memungkinkan untuk mendapatkan informasi terbaru seputar Realme.

Hardware
Realme 7 Pro dibekali dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 720G, yang meluncur pada awal Januari, menawarkan pengalaman bermain game dengan fitur Snapdragon Elite Gaming. Chipset tersebut juga mendukung pemutaran video HDR dan streaming kualitas tinggi, juga AI untuk mendukung kinerja ponsel untuk efisiensi baterai.

Secara teknis, Snapdragon 720G dibuat menggunakan proses 8nm. Chipset tersebut dilengkapi dengan Kryo 465 CPU dengan dua core Cortex-A76 berkinerja 2.3GHz dan enam core Cortex-A55 berkinerja 1.8GHz, bersama dengan GPU Adreno 618 baru, yang sama dengan Snapdragon 730G.

Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Snapdragon 720G diklaim memiliki peningkatan 10 persen dalam kinerja CPU, 75 persen peningkatan kinerja GPU dan Tampilan.

Peforma Realme 7 Pro juga ditunjang dengan RAM 8GB dan ROM 128GB. Untuk pengujian performa, Antara menggunakan aplikasi PC Mark for Android versi 2.3.3716 dan Geekbench versi 5.2.5.

Hasil pengujian PC Mark menunjukkan skor 10030, tidak jauh dari skor yang umumnya dikantongi ponsel flagship, termasuk Samsung Galaxy Note 20 dan Vivo X50 Pro.



Untuk hasil tes Geekbench, Realme 7 Pro diberi skor 571 untuk single-core dan 1692 untuk multi-score. Menurut data Geekbench, ponsel tersebut memiliki performa yang setara dengan Samsung Galaxy A71.

Sebagai informasi, aplikasi PC Mark mengukur performa ponsel pintar lewat pengujian berbasis aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan pengguna, sebutlah mengetik, menjelajah di internet, maupun penyuntingan video. Sementara, Geekbench menguji performa GPU.
 

Dibekali baterai 4.500mAh, Realme 7 Pro juga didukung dengan teknologi pengisian daya cepat 65W SuperDart Charge. Teknologi ini menerapkan sel ganda 3C generasi terbaru (yakni 4.500mAh = 2.250mAh x2), yang meningkatkan daya input pengisian baterai.

Teknologi ini juga memberikan perlindungan terhadap adaptor yang kelebihan beban, pengidentifikasian kondisi pengisian cepat, antarmuka yang kelebihan beban, arus lebih dan tegangan berlebih, serta perlindungan terhadap sekring baterai.

Terdapat pula sensor suhu (Termistor NTC, Koefisien Suhu Negatif) untuk memantau perubahan suhu dalam proses pengisian dan pemakaian. Sistem pengisian daya dapat secara dinamis menyesuaikan daya pengisian, dan secara ketat menghilangkan panas berlebih.

Meski begitu, penggunaan secara intens untuk panggilan video maupun menonton video streaming membuat perangkat sedikit panas. Walaupun demikian, baterai relatif cukup dalam hal penurunan daya atau dengan kata lain baterai awet.

Dari pengalaman Antara, pengisian daya cepat beserta adaptor baru mampu mengisi daya perangkat sebesar 40 persen hanya dalam waktu 10 menit. Sementara, untuk mengisi baterai hingga 100 persen hanya dibutuhkan waktu kurang lebih 40 menit.



Selain itu, Realme 7 Pro juga membawa teknologi NFC dan speaker stereo ganda, yang terletak pada atas dan bawah, yang mendukung Dolby Atmos.

Realme 7 Pro juga telah mengantongi verifikasi tahan uji Smartphone TuV Rheinland. Verifikasi Tahan Uji Smartphone TÜV Rheinland berisi 23 pengujian utama dan 72 pengujian kecil, yang mencakup banyak skenario penggunaan umum.

Kamera
Layaknya ponsel flagship, Realme 7 Pro mengusung konfigurasi quad-camera dengan lensa utama 64MP dengan sensor Sony IMX682 memiliki kemampuan penginderaan cahaya dan dilengkapi dengan sensor ukuran besar 1/1,73, yang mendukung Quad Bayer ukuran piksel hingga 1,6 mikrometer.

Quad-camera tersebut juga dilengkapi lensa sudut ultra-lebar 8MP dengan bukaan f/2.3 dan bidang pandang 119 derajat yang memungkinkan untuk mengambil gambar dengan pandangan lebih luas meski dalam jarak tangkap yang pendek.

Selanjutnya, dua lensa lainnya adalah lensa makro 2MP dengan jarak pemotretan 4cm, serta lensa potret B&W 2MP, untuk meningkatkan kontras gambar, membuat gambar bergaya retro dan menambahkan tekstur pada potret.

Hasil foto kamera belakang tampak jernih dan mampu menangkap warna dengan baik, terlebih dengan fitur 64MP yang kini memiliki opsi mode AI dan mode Pro. Dalam mode Pro, pengguna dapat menyesuaikan parameter kamera secara manual.


   

Kamera Realme 7 Pro juga dibekali fitur Pro Nightscape Mode, yang memungkinkan hasil foto tetap jernih di malam hari. Fitur tersebut juga hadir dengan opsi AI dan Pro, seperti pada fitur 64MP. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menangkap gambar dengan mode Pro, namun hasilnya gambar sangat detail.
 

Realme 7 Pro juga memiliki fitur Starry Mode menggunakan algoritma AI untuk merekam bintang, dan ada pula mode AI Color Portrait yang membuat bagian dari potret tetap berwarna, sementara warna lainnya akan berubah ke corak abu-abu.

Video pada kamera Realme 7 Pro juga telah mendukung perekaman 4K/30fps dan perekaman slo-mo video 1080P/120fps, serta dilengkapi stabilization.

Sementara itu, kamera depan Realme 7 Pro dibekali lensa 32MP dengan AI beautification untuk berswafoto. Terdapat pula mode Super Nightscape untuk menangkap swafoto yang cerah dengan detil tajam.

Kesimpulan
Hadir dengan performa luar biasa di kelasnya, lengkap dengan chipset mumpuni dan ruang memori luas, juga baterai dengan teknologi pengisian daya cepat 65W, serta desain dan kamera yang memikat, Realme 7 Pro menawarkan spesifikasi dan kualitas layaknya ponsel kelas atas.

Dibanderol dengan harga Rp4,999 juta, Realme 7 Pro mungkin bisa disebut berada di posisi "striker" untuk menyerang ponsel lain di kelasnya.