Purwakarta Galakan Penghijauan di Lahan-lahan Kritis

Purwakarta Galakan Penghijauan di Lahan-lahan Kritis

INILAH, Purwakarta – Pemkab Purwakarta, saat ini sedang melakukan penghijauan secara masif di sejumlah wilayah yang ada. Mengingat, sampai saat ini masih terdapat lahan milik pemerintah yang kondisinya gersang dan tak terurus.

Memang, jika merujuk pada data cabang Dinas Kehutanan wilayah II, di wilayah ini masih terdapat sekitar 6.505 hektare dari luas hutan di wilayah ini yang mencapai 17.523 hektare yang kondisinya kritis. Dengan begitu, perlu kembali dihijaukan.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika pun tak menampik hal itu. Hasil pantauan jajarannya, sampai saat ini di wilayah kerjanya masih terdapat ribuan hektare lahan kosong yang belum termanfaatkan dengan maksimal. Bahkan, lahan-lahan tersebut terlihat gersang karena tak terurus.

“Sejak pekan kemarin, kami telah mengintruksikan seluruh pegawai di lingkungan pemkab untuk menggalakan penanaman pohon secara masif di lahan-lahan tersebut,” ujar Anne kepada INILAH, Senin (16/11/2020).

Untuk jenis pohon yang ditanamnya, lanjut Anne, yakni sejenis pohon keras dan produktif. Salah satunya, pohon lame. Adapun penghijauan ini, juga merujuk pada arahan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang mengintruksikan setiap daerah untuk melakukan penanaman pohon di lahan-lahan kritis.

“Ini juga sesuai arahan pak Gubernur terkait program penanaman 50 juta pohon. Selain penghijauan, kegiatan ini juga sekaligus meminimalisasi dampak bencana alam di musim hujan,”jelas dia.

Anne menjelaskan, inturksi ini sebenarnya bukan hanya berlaku bagi pegawai pemkab saja. Dalam hal ini, pihaknya juga berharap seluruh masyarakat bisa ikut partisipasi untuk menggalakan penanaman pohon.

“Kami berharap, seluruh masyarakat juga bisa ikut serta. Untuk lokasi penanamannya, tak harus dilakukan ditempat yang telah disediakan pemerintah. Tapi, bisa dilakukan di setiap halaman rumah masing-masing dengan jenis pohon yang bervariasi,” tambah dia.

Anne menambahkan, wilayah kerjanya memang masih bisa dikatakan gersang. Meskipun, hampir 70 persen sudah hijau. Makanya, pemkab sengaja mengeluarkan kebijakan itu, supaya lahan-lahan kosong, terutama yang berada di wilayah perkotaan terlihat lebih hijau. Apalagi, pepohonan merupakan aktor utama dalam mendaur oksigen menjadi lebih bersih. (Asep Mulyana)