Jampe Jokowi Cium Ada Tawar-Menawar di Kasus PPE

Jampe Jokowi Cium Ada Tawar-Menawar di Kasus PPE

INILAH, Bogor - Ketua Jaringan Masyarakat Pendukung Joko Widodo (Jampe Jokowi) Bogor Raya, Ali Tauvan Vinaya menyayangkan lambatnya penyelidikan dugaan korupsi di PT Prayoga Pertambangan Energi (PPE) yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor.

Ia mendengar kabar bahwa ada tawar menawar, dimana calon tersangka tidak mau 'masuk' penjara seorang diri, sedangkan pihak aparat hukum fokus hanya menjadikan calon tersebut sebagai tersangka tanpa terlalu melebar.

"Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor harus menindak siapapun itu yang melakukan tindak pidana korupsi karena itu amanat dari reformasi di tahun 1998 lalu," kata Ali kepada wartawan, Senin, (16/11). 

Aktivis mahasiswa tahun 1998 ini menambahkan agar  Badan Pemeriksa Keuangan-Republik Indonesia (BPK-RI) untuk secepatnya mengekspose hasil audit dugaan kerugian di perusahaan plat merah milik Kabupaten Bogor.

"Sejak diberikan penyertaan modal sebesar Rp 164 miliar hingga sebelum terpilihnya direksi baru PT. PPE, jangankan meraih keuntungan pertanggung jawaban kerjanya pun hingga kini belum dilaporkan ke wakil rakyat. Kami mau BPK-RI segera melaporkan hasil audit dugaan kerugian atau tindak pidana korupsi," tambahnya. (reza zurifwan)