Hati-Hati Bila Timbul Gejala Mati Rasa, Awas Penyakit Kusta

Hati-Hati Bila Timbul Gejala Mati Rasa, Awas Penyakit Kusta

INILAH, Cirebon - Masuknya Kabupaten Cirebon empat besar penderita penyakit kusta se-Jabar membuat masyarakat diminta waspada. Program Desa Sahabat Kusta (Desaku) membuat Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon akan terus melakukan deteksi dini kepada masyarakat, khususnya di tiga Kecamatan. Masing-masing Kecamatan Losari, Asjap, dan Kecamatan Kapetakan.

Lalu, tanda-tanda apa yang perlu diwaspadai masyarakat Kabupaten Cirebon, supaya bisa mendeteksi sedini mungkin? Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Cirebon Nanang Ruhyana mengatakan, tanda-tanda terkena penyakit Kusta adalah mati rasa dipermukaan kulit. Biasanya, mulai terlihat bintik merah pada bagian pipi, punggung, serta ujung jari jari.

"Deteksinya sederhana saja. Kalau timbul bintik merah pada bagian tubuh, sentuh saja dengan ujung kapas. Kalau mati rasa, ya itu jelas terkena penyakit kusta. Segera ke puskesmas untuk diperiksa," ungkap Nanang, Senin (16/11/2020).

Menurut Nanang, mereka yang terkena penyakit kusta itu yang intens berhubungan dengan penderita kusta selama kurang lebih lima tahunan. Namun, justru masyarakat banyak yang tidak tahu, begitu mudahnya mendeteksi penyakit ini, termasuk cara mengobatinya. Namun kalau dibiarkan, justru akan sangat berbahaya karena akan merusak jaringan tubuh.

"Kita terus gencarkan sosialisasi, terkait pencegahan dan cara mendeteksi dini penyakit kusta. Kadang masyarakat malu, tapi kalau sudah terserang parah ya resikonya harus ditanggung sendiri," jelas Nanang.

Pengobatan penderita penyakit kusta, lanjutnya, cukup satu tahun saja. Ini untuk penyakit yang terdeteksi secara dini dan bukan sudah dalan gejala berat. Untuk itu, pihaknya mengandeng sekolah-sekolah khususnya SD agar guru-gurunya melakukan upaya pencegahan. Hal itu, untuk memutus mata rantai penyebaran penyakit kusta di Kabupaten Cirebon.

"Kalau anak-anak SD kan deteksinya cepat. Tinggal dilihat dibadannya ada bintik putih atau merah. Cek dengan ujung kapas, mati rasa atau tidak. Atau langsung diperiksa ke puskesmas. Sederhana dan tidak repot. Pengobatannya juga gratis," jelas Nanang.

Nanang menambahkan saat ini Indonesia menempati urutan ketiga di dunia dalam jumlah kasus kusta dan tidak ada penurunan jumlah kasus dalam 16 tahun terakhir. Kusta terus menjadi salah satu penyebab utama kecacatan yang sebenarnya dapat dicegah. (Maman Suharman)