Dari Koruptor, Kejari Kabupaten Bogor 'Rampas' Uang Kerugian Negara Rp1,5 Miliar

Dari Koruptor, Kejari Kabupaten Bogor 'Rampas' Uang Kerugian Negara Rp1,5 Miliar
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Dari terpidana Azwar, Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor berhasil mengembalikan uang negara sebesar Rp1.552.439.727 hasil tindak pidana korupsi.

Uang tersebut langsung diserahkan ke kas negara melalui bank BRI. Sedangkan, terpidana Azwar mendapatkan keringanan hukuman berupa hukuman pokok saja serta hukuman subsider ditiadakan.

"Terpidana Azwar saat ini sudah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Indramayu sejak bulan Februari 2020 lalu. Dengan dikembalikannnya uang negara plus denda yaitu Rp 1.552.439.727, dia hanya menjalani vonis hukuman pokok selama 3,6 tahun penjara. Sedangkan, hukuman subsider selama 2 tahun penjara ditiadakan," kata Kasi Pidsus Kejari Kabupaten Bogor Bambang Winarno kepada wartawan, Senin (16/11/2020).

Dia menerangkan, sebelumnya pada 2011 lalu dia melakukan tindak pidana korupsi pada proyek peningkatan Jalan Sukahati-Kedung Halang di Dinas Bina Marga dan Pengairan atau Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) nama dinas saat ini.

"Terpidana Azwar menjadi terpidana pada 2013 lalu dia buron selama 6 tahun lebih. Setelah keluar keputusan MA (Mahkamah Agung) dia berhasil kami tangkap di Kabupaten Indramayu pada Februari tahun ini. Dalam penangkapan terpidana Azwar, Kejari Bogor dibantu Kejari Indramayu, Anggota Bais Kabupaten Bogor, Anggota Intel Kodim 0616/Indramayu, dan Anggota Intel Korem 063/Sunan Gunung Jati," terangnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Kabupaten Bogor Juanda menuturkan pengembalian uang kerugian negara hasil tindak pidana korupsi ini bisa menjadi contoh agar ke depannya menjadi standar opersional aparat adhyaksa.

"Pengembalian uang kerugian negara plus dendanya pada kasus tindak pidana korupsi menjadi contoh untuk perkara serupa selanjutnya. Proses ini cukup panjang namun ini penting demi pemulihan kas negara," tutur Juanda.

Dia melanjutkan, pengembalian uang kerugian negara plus dendanya sebelumnya juga diberlakukan pada perkara tindak pidana korupsi kredit fiktif di BRI Cabang Parungpanjang.

"Sebelumnya, perkara tindak pidana korupsi kredit fiktif di BRI Cabang Parungpanjang 3 orang terpidananya juga mengembalikan uang kerugian negara plus denda, tapi nilainya lebih besar pada perkara terpidana Azwar," lanjutnya. (Reza Zurifwan)