Tergelincir, Pengendara Motor Asal Bandung Tewas Terlintas Bus di Kersamanah Garut

Tergelincir, Pengendara Motor Asal Bandung Tewas Terlintas Bus di Kersamanah Garut
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Seorang pengendara motor asal Kota Bandung tewas terlindas bus, Senin (16/11/2020) sekitar pukul 13.30 WIB. Sebelumnya, korban terpeleset dan bertabrakan dengan bus bersangkutan di Jalan Raya Bandung-Tasikmalaya. Tepatnya, Kampung Cipatik RT 02 RW 03, Desa Nanjungjaya, Kecamatan Kersamanah, Kabupaten Garut.

Dari informasi yang dihimpun, peristiwa itu berawal saat pengendara motor yang diketahui bernama Rizki Gumbhira itu membonceng istrinya mengendarai sepeda motor Honda Beat nopol D 2837 ACR dari arah Bandung menuju Tasikmalaya.

Dalam kondisi gerimis, saat melintas di sebuah belokan di Kampung Cipatik Nanjungjaya Kersamanah itu korban kehilangan kendali akibat keadaan jalan yang licin. Korban bersama kendaraannya terpeleset ke arah tengah jalan dengan meninggalkan istrinya yang terlebih dulu jatuh ke bahu jalan.

Pada saat bersamaan, dari arah Tasikmalaya melaju sebuah bus Merdeka nopol H 1512 DC. Tanpa dapat dicegah, sepeda motor dikendarai korban pun terlindas bus. Korban berikut sepeda motornya terlindas ban bus sebelah kanan dan tersangkut di sana.
Korban meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan.

Melihat kejadian tersebut, petugas kepolisian bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Kersamanah dengan dibantu warga lalu berupaya memberikan bantuan dan mengevakuasi korban yang langsung dibawa ke Puskesmas Sukamerang. Begitu pun istrinya yang selamat dan mengalami luka ringan. 

Hingga kini, jenazah korban lelaki kelahiran 1971 asal Komplek Bandung Inten Indah, Blok A5 Nomor 7, RT 001 RW 012, Desa Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung itu masih berada di Puskesmas Sukamerang. Kasus kecelakaan lalu lintas tersebut kini dalam penanganan pihak Kepolisian Sektor Cibatu.

Sejumlah warga menyebutkan, lokasi kejadian terbilang rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Selain kondisi jalan berbelok, banyaknya kegiatan perbaikan jalan di berbagai titik terpisah di sepanjang jalur jalan nasional itu juga ditengarai memicu banyaknya kejadian kecelakaan.

"Proyek perbaikan jalan di jalur ini kan banyak terpisah-pisah. Makanya sering macet. Pengendara juga sering kaget, apalagi banyak belokan," kata Ujang salah seorang warga. (Zainulmukhtar)