Duh, Satpol PP Kota Bandung Kembali Jaring 101 Pelanggar AKB

Duh, Satpol PP Kota Bandung Kembali Jaring 101 Pelanggar AKB
Istimewa

INILAH, Bandung - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menjaring 101 orang pelanggar dalam operasi perketatan adaptasi kebiasaan baru (AKB) pada Senin (16/11/2020). Mereka terjaring saat operasi di wilayah Kecamatan Cibeunying Kidul dan Cibeunying Kaler.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan, total ada 101 pelanggar. Sebanyak 65 pelanggar terjaring di Pasar Cikutra. Sedangkan 36 pelanggar lainnya di wilayah Kecamatan Cibeunying Kaler.

Sebanyak tujuh pelanggar membayar denda administrasi. Masing-masing dikenai Rp50.000 sesuai dengan Peraturan Wali Kota (Perwal) Bandung Nomor 37 Tahun 2020 tentang pedoman pelaksanaan AKB dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Perwal Nomor 52 Tahun 2020.

“Jadi total denda administrasi yang dibayarkan sebanyak Rp350 ribu. Dendanya disetorkan langsung oleh bendahara penerimaan pada Satpol PP ke Rekening Kas Daerah Kota Bandung,” kata Rasdian.

Kasatpol PP yang juga Koordinator Sub Bidang Pengamanan dan Penegakan Hukum pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung ini menyebut, 94 orang lainnya yang melanggar aturan terkait penerapan protokol kesehatan melakukan pekerjaan sosial.

“Ada yang bebersih di sekitaran lokasi operasi. Ada juga yang push up. Petugas di lapangan melihat seberapa berat pelanggaran yang dilakukan,” ucapnya. 

Sedangkan Kepala Seksi Edukasi dan Pencegahan (Edupen) Satpol PP Kota Bandung, Das’an Fathoni memastikan, operasi masih akan terus berlangsung di kecamatan lainnya di Kota Bandung.

“Kami meminta kerja sama dari semua pihak, khususnya warga untuk taat pada protokol kesehatan. Mulai dari menggunakan masker, mencuci tangan dengan air bersih mengalir, menjaga jarak dan tidak berkerumun,” kata Das’an.

Selain penindakan, dituturkannya, Satpol PP Kota Bandung pun akan terus menyosialisasikan dan mengedukasi warga terkait aturan yang diberlakukan khususnya saat penerapan AKB. 

“Tentu kita tidak ingin warga diberi sanksi yang berat. Sebaiknya kesadaran itu yang diutamakan. Kalau sudah rajin membawa masker dan mengenakannya sesuai aturan yang berlaku maka kita bisa menekan angka pelanggaran,” ucapnya. (Yogo Triastopo)