Dikawal HIPMI, Program Kawani Tingkatkan Gairah UMKM Kota Bogor

Dikawal HIPMI, Program Kawani Tingkatkan Gairah UMKM Kota Bogor

INILAH, Bogor - Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Koperasi dan Usahha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Bogor membuka pelatihan Keterampilan akan membawa nilai (Kawani). Kegiatan yang difasilitasi kemitraan dana insentif daerah tersebut dibuka di sentra pengerajin kayu jati Belanda, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara pada Senin (16/10/2020) siang WIB.

Diketahui, ada berbagai produk dari jati Belanda, mulai dari kebutuhan rumah tangga, fasion, lifestyle, souvenir, hiasan dan lainnya ditampilkan dalam kegiatan kawani tersebut. Pada kegiatan Kawani tersebut pelaku UMKM akan diberikan pelatihan dan permodalan alat untuk bisa memneuhi permintaan pasar baik dari segi kuantitas ataupun kualitas.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menuturkan, bahwa program ini dilakukan untuk mendorong ekonomi reborn, dari hasil penelitian market, ada sektor-sektor yang permintaannya cukup menjanjikan.

"Jadi kami membidik sektor-sektor yang justru banyak permintaanya dimasa pandemi ini, menurut market research kami ada komoditas yang sekarang laku dipasaran," ungkap Bima.

Bima melanjutkan, untuk itu melalui program Kawani ini pihaknya memberikan bantuan permodalan dan alat-alat yang dibutuhkan untuk para pelaku UMKM. Dari segi pemasarannya Pemkot Bogor menggandeng HIPMI Kota Bogor untuk membantu pemasaran baik di dalam negeri maupun luar negeri.

"Nantinya tujuan dari program ini adalah akan menciptakan klaster klaater lapangan pekerjaan baru. Jadi akan saya targetkan akhir tahun produk-produknya sudah siap, kesiapan lokasinya, bukan saja memberikan lapangan pekerjaan tapi kami ingin menciptakan klaster-klaster UMKM baru di Kota Bogor," jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor, Samson Purba mengatakan, pihaknya optimis bisa mencapai target yang diberikan oleh Wali Kota Bogor untuk menyelesaikan hasil produksi di akhir tahun 2020 ini, bahkan saat ini beberapa produk UMKM sudah ada yang dipasarkan.

"Ya, namun untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas para pelaju UMKM akan mengikuti program Kawani. Sebelumnya sudah ada yang dipasarkan tapi kami bantu peralatan untuk lebih meningkatkan kualitas produk seperti contoh kayu bambu dia masih menggunakan mesin manual, terus kami berikan bantuan mesin otomatis agar hasil produknya lebih halus dan berkualitas. Sehingga nantinya para pelaku UMKM akan diberikan pelatihan oleh para pendesign produk yang handal dan pelatih-pelatih yang handal," tegasnya.

Ditempat yang sama, Ketua HIPMI Kota Bogor, Zulfikar Priyatna mengatakan, bahwa program Kawani diawali dari hasil kajian potensi ekonomi di Kota Bogor. Selain bidang pariwisata dan akomodasi Bogor juga memiliki potensi dari bidang UMKMnya.

"Untuk itu kami dorong untuk membuat klaster-klaster baru, jadi kalau wisatawan datang tidak hanya menginap, makan terus pulang. Tetapi dia juga menginap di Bogor lebih lama, apa yang bisa mendampingi dunia pariwata di Bogor salah satunya adalah berbasis ekonomi kreatif," ungkap pria yang akrab disapa Zul.

Zul juga mengatakan, bahwa dalam program ini HIPMI memiliki peran dalam hal pemasaran. Untuk itu nantinya HIPMI akan berusaha memfasilitasi para UMKM untuk jaminan pembelian.

"Kami sendiri secara parsial sudah melakukan komunikasi baik dipasar dalam negeri atau luar negeri. Alhamdulillah sudah ada marketnya, jadi marketnya sudah ada dan tinggal bagaimana pengerajin ini bisa atau tidak menciptakan produk yang cocok dengan market, tapi kami oprimis sekali bisa," pungkasnya. (Rizki Mauludi)