Masyarakat Bandung Timur Apresiasi Ngopi Bandung

Masyarakat Bandung Timur Apresiasi Ngopi Bandung
Istimewa

INILAH, Bandung - Sejumlah warga mengapresiasi acara Ngobrol Perihal (Ngopi) Bandung yang diselenggarakan Bagian Humas Setda Kota Bandung. Pasalnya, pada acara tersebut warga bisa menyampaikan aspirasinya secara "face to face" dengan pemimpin Kota Bandung.

Hal itu dilontarkan Roni Faisal warga Nagrog, Kecamatan Ujungberung, saat mengikuti acara Ngopi Kota Bandung di Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung , Kota Bandung pada Senin (16/11/2020).

"Di acara ini kita bisa berpartisipasi secara aktif dalam memberikan ide, dan gagasan serta masukan untuk pembangunan di Kota Bandung," kata Roni. 

Menurutnya, Ngopi Bandung merupakan sarana yang efektif berkomunikasi masyarakat dengan pemimpinnya. Dia pun berharap acara Ngopi Bandung dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan konsep yang tidak begitu formalitas.

“Ini sebenarnya bisa dilaksanakan bukan hanya tingkat Kota Bandung tetapi mungkin bisa tingkat kecamatan yang turun dan kelurahan,” ucapnya. 

Hal senada turut disampaikan Asep, warga Kelurahan Pasanggrahan Kecamatan Ujungberung. Menurutnya, acara ini menjadi wadah bagi masyarat untuk berinteraksi dan berdialog dengan pejabat di Pemkot Bandung.

"Ini bisa menciptakan sinergisitas dan solusi dari berbagai pihak untuk menjadikan Kota Bandung lebih baik lagi," kata Asep. 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, melalui Ngopi Bandung dirinya dapat menyerap permasalahan yang ada secara langsung dari masyarakat. Terutama masalah pandemi Covid-19 yang telah melanda Kota Bandung saat ini.

“Bahwa ada satu upaya dari Pemkot Bandung untuk berdiskusi dengan masyarakat. Saya bisa mendapatkan masukan langsung dari masyarakat. Kita juga sekaligus menyosialisasikan program-program Pemerintah yang sudah dilakukan dalam mengatasi kondisi pandemi Covid-19 ini,” kata Yana. 

Dalam kegiatan Ngopi Bandung kali ini, dia pun sempat memaparkan sejumlah strategi Pemkot Bandung memulihkan ekonomi. Diantaranya melalui pemberian relaksasi di beberapa sektor. Namun dia memastikan, Pemkot Bandung tetapi menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Ini dua kutub yang sangat berbeda. Mudah-mudahan dengan beberapa hal yang kita lakukan, kesehatan tetap kita utamakan tetapi juga ekonomi tetap berjalan,” ucapnya. 

Yana mengungkapkan, relaksasi diberikan untuk memulihkan perekonomian dengan mekanisme dan tata tertib administratif yang ketat. Salah satunya setiap pengelola sektor perekonomian wajib menyampaikan surat pernyataan untuk berkomitmen menerapkan protokol Kesehatan secara ketat.

“Pada saat mereka buka, selain simulasi mereka juga menyatakan siap ditutup apabila melanggar penerapan protokol kesehatan,” ujar dia. (Yogo Triastopo)