Budiman Saleh Akui Ada Dana Khusus ke End User dan Kemenhan

Budiman Saleh Akui Ada Dana Khusus ke End User dan Kemenhan
Foto: Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung - Mantan salah satu Direktur PT Dirgantara Indonesia yang juga menjabat Dirut PT PAL Budiman Saleh membenarakan adanya dana khusus dan entertainment untuk end user dan Kementrian Pertahanan (Kemenhan).

Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi di PT DI yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan RE Martadinata, Senin (16/11/2020). Sidang yang dipimpin T Benny Eko Supriadi beragendakan pemeriksaan saksi.

Ada tiga orang saksi yang dihadirkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, yakni Budiman Saleh, Ari Wibowo, dan Budi Wuraskito. Ketiganya pernah menjabat sebagai direktur di perusahaan BUMN tersebut.

Di persidangan, Budiman Saleh tidak membantah soal adanya dana khusus atau dana entertaint yang diberikan oleh PT DI kepada end user dan Kemenhan. Namun, dia mengaku tidak pernah secara langsung memberikannya.

Seperti saat JPU KPK Ariawan Agustiartono membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Budiman Saleh no 18 poin b, yang berisi ‘Sejak saya menjabat Direktur Aeorostuktur mengalami kesulitan dalam memasarkan produk di dalam negeri, kemudian ada permintaan sejumlah dana dari end user yang disebut dana khusus atau entertainment.

“Iya, benar,” kata Budiman Saleh mengenai keterangannya tersebut.

Namun, Budiman mengaku dana khusus atau dana entertaintment tersebut tidak langsung dicairkan lewat dirinya. Namun, melalui terdakwa Irzal Rinaldi dan Arie Wibowo (berkas terpisah). Begitu juga berapa nominalnya, Budiman mengaku tidak mengetahuinya.

”Saya tidak tahu betul jumlah dana khusus ke end user dan Kemenhan. Saya hanya mengecek ke Irzal sejauh mana apakah sudah dibayarkan atau belum,” ujarnya.

Kendati begitu Budiman mengaku tidak pernah menerima sepeserpun aliran dana dari PT DI, baik itu dana khusus ataupun dana lainnya.

”Seperti yang saya ungkapkan saat diperiksa KPK, saya tidak sepeserpun menerima aliaran dana dari PT DI,” ujarnya. (Ahmad Sayuti)