Komitmen ASEAN Dibutuhkan untuk Dorong Transformasi Digital

Komitmen ASEAN Dibutuhkan untuk Dorong Transformasi Digital
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato pada KTT ke-17 ASEAN-India secara virtual melalui konferensi video dari Istana Kepresidenan Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, (12/11/2020). (antara)

INILAH, Jakarta - Pemerintah dan rakyat masing-masing negara ASEAN harus mempunyai komitmen serta andil yang lebih kuat dalam rangka mendorong transformasi digital di kawasan.

"Komitmen dan peran dari pemerintah, swasta dan masyarakat dari masing-masing negara ASEAN sangat dibutuhkan dalam mendorong transformasi digital," ujar Kepala Hubungan Internasional Bea Cukai Singapura Angie Teo dalam diskusi konektivitas perdagangan digital ASEAN, di Jakarta, Senin.

Angie Teo mengatakan kesiapan teknologi negara-negara anggota ASEAN telah mengalami peningkatan yang cukup besar.

Kesiapan teknologi menjadi salah satu modal dalam mendorong transformasi digital, ujar dia.

Sementara itu, anggota Dewan Penasihat Bisnis ASEAN (ASEAN-Business Advisory Council/BAC) Thailand, Kobsak Duangdee, mengatakan negara-negara ASEAN harus berbagi pengetahuan mengenai perdagangan digital dalam rangka peningkatan kapasitas.

"Beberapa negara ASEAN ada yang maju dan ada yang tidak maju," kata dia.

Karena itu, katanya, negara-negara ASEAN harus saling bekerja sama dalam meningkatkan ekosistem digital di kawasan.

Selain itu, Pejabat Senior Manajemen Proyek Divisi Kantor, Perdagangan dan Fasilitas di Sekretariat ASEAN Nitas Polachai mengatakan ASEAN memiliki ASEAN Single Window, yaitu inisiatif regional yang menghubungkan dan mengintegrasikan National Single Window (NSW) dari negara-negara anggota ASEAN.

Tujuan ASW adalah untuk mempercepat izin kargo dan mempromosikan integrasi ekonomi ASEAN dengan memungkinkan pertukaran dokumen elektronik terkait perdagangan perbatasan antar-Negara Anggota ASEAN (AMS).

"Adanya ASEAN Single Window dapat mengurangi hambatan perdagangan dan biaya serta menggaet pasar lebih besar dalam bisnis," kata Polachai.

Pada akhir 2019, Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam telah bergabung dalam Operasi Langsung ASEAN Single Window, yang di dalamnya perlakuan tarif preferensial akan didasarkan pada Electronic Certificate of Origin (ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) e-Form D) yang dipertukarkan melalui ASW.

ASEAN beranggotakan 10 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Kamboja. (antara)