Guru Besar Unpad: 3M Harus Tetap Dilakukan meski Ada Vaksin Covid-19

Guru Besar Unpad: 3M Harus Tetap Dilakukan meski Ada Vaksin Covid-19
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Prof. Cissy Kartasasmita. (antara)

INILAH, Jakarta - Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Prof. Cissy Kartasasmita mengatakan kehadiran vaksin Covid-19 nantinya tidak berarti berhenti melakukan protokol kesehatan 3M untuk mencegah infeksi penyakit tersebut.

"Vaksin Covid-19 bisa melindungi terhadap Covid-19 tapi tidak 100 persen. Kita harus tetap melakukan memakai masker, menjaga jarak,  mencuci tangan yang benar dan sering. Kemudian juga tidak berkerumun," kata Prof. Cissy dalam diskusi virtual Forum Merdeka Barat 9 yang dipantau dari Jakarta, Senin.

Langkah-langkah protokol kesehatan tetap dijalankan untuk memastikan akhir dari pandemi. Karena kalau hal itu tidak dilakukan, masih sulit untuk diprediksi.

Selain 3M, dia juga meminta agar penerapan praktik 3T yaitu tracing (pelacakan), testing (pemeriksaan dini) dan treatment (perawatan) tetap rajin dilakukan sampai akhir pandemi.

Meski belum bisa memastikan kapan pandemi Covid-19 akan berakhir, tapi Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) itu mengatakan bahwa beberapa negara telah mencatatkan ketiadaan kasus baru dalam kurun waktu tertentu.

Jika tidak ada kasus baru dalam jangka waktu yang lama, kata Cissy, kemungkinan tidak akan terjadi lagi penularan Covid-19.

"Di China sudah tidak pakai masker, sudah tidak melakukan jaga jarak. Itu yang kita inginkan," ujarnya, merujuk kepada China yang merupakan tempat di mana kasus pertama Covid-19 ditemukan pada akhir 2019.

Sejauh ini, beberapa vaksin Covid-19 sedang dalam tahap uji klinis fase ketiga di beberapa negara. Termasuk vaksin Sinovac yang tengah diuji di Indonesia dengan melibatkan 1.620 relawan. (antara)