PGRI Kota Bandung Gelar Sarasehan secara Live

PGRI Kota Bandung Gelar Sarasehan secara Live
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandung menggelar saresehan penguatan organisasi. (toriza)

INILAH, Bandung - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandung menggelar saresehan penguatan organisasi. Kegiatan ini merupakan program pertama pascapemilihan ketua periode 2020-2025, beberapa waktu lalu.

Organisasi profesi yang lahir seratus hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI ini memiliki potensi besar. Dilihat dari sisi kuantitas, berdasarkan data tahun 2017, anggota PGRI berjumlah sekitar 4 juta orang yang tersebar di seluruh Indonesia.

“PGRI harus senantiasa berbenah dan melakukan inovasi-inovasi dalam menjaga keberlangsungan sekaligus kebermanfaatan organisasi yang lebih besar,” ungkap Ketua PGRI Kota Bandung terpilih, Cucu Saputra.

Saresehan penguatan organisasi, menurutnya, merupakan wujud komitmen PGRI Kota Bandung. Terlebih narasumber yang dihadirkan adalah Dr. Elih Sudiapermana, M.Pd., mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung yang sekaligus didaulat sebagai salah seorang Dewan Pakar PGRI Kota Bandung.

“Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (16/11/2020) pukul 12.30-15.00 WIB, berlokasi di Sari Ater Kamboti Hotel & Convention,” sambungnya.

Sarasehan diawali dengan pembacaan surat keputusan Badan-badan Kelengkapan Organisasi PGRI Kota Bandung berikut penyerahan surat kepada pengurus dan anggota Badan-badan Kelengkapan Organisasi tersebut.

Selain peserta yang hadir di tempat, acara ini juga disiarkan secara live melalui Youtube. Untuk membuka kesempatan partisipasi berbagai kalangan, baik pendidik dan tenaga kependidikan (PTK), maupun seluruh entitas yang mempunyai kepedulian terhadap pendidikan khususnya di Kota Bandung, panitia penyelenggara membuka saluran komunikasi melalui Google Form, Facebook, Twitter, dan Instagram.

“Acara ini menjadi brainstorming untuk memunculkan penyelesaian masalah yang kreatif dengan mendorong partisipasi pihak-pihak yang terlibat dan mempunyai kepedulian untuk menyampaikan gagasan yang pelaksanaannya menjadi tanggung jawab bersama,” tutur Cucu.

Dia pun mengajak keterlibatan seluruh lapisan masyarakat terutama yang terlibat dalam dunia pendidikan. Sekitar 30.000 PTK di Kota Bandung dari seluruh jenjang dan jenis menjadi subject matter dalam kegiatan ini.

Tema yang diusung dalam kegiatan sarasehan ini adalah Penguatan Perjuangan PGRI sebagai Organisasi Profesi yang Terhormat, Profesional, dan Sejahtera untuk Membangkitkan Semangat dan Mewujudkan Kreativitas dan Dedikasi Guru Menuju Indonesia Maju.

Tema ini merupakan rangkuman Moto PGRI Kota Bandung (Terhormat, Profesional, dan Sejahtera), Hari Guru Nasional (Bangkitkan Semangat Wujudkan Merdeka Belajar), HUT PB PGRI (Kreativitas dan Dedikasi Guru Menuju Indonesia Maju).

Menurut Cucu, kegiatan ini merupakan upaya penyadaran bahwa kegiatan berorganisasi (berserikat dan berkumpul) dilindungi konstitusi. Bahkan, Pasal 41 ayat (3) UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan, guru wajib menjadi anggota organisasi profesi.

“Pascakegiatan ini, harapannya kesadaran tentang urgensi organisasi profesi menjadi tumbuh dan berkembang dan ikut bergabung dalam organisasi profesi PGRI Kota Bandung,” pungkasnya. (toriza)