Pemerhati: Digitalisasi Sekolah Jangan Hanya Bagi-bagi Laptop

Pemerhati: Digitalisasi Sekolah Jangan Hanya Bagi-bagi Laptop
Ilustrasi (antara)

INILAH, Jakarta - Pemerhati pendidikan dari Center for Education Regulations and Development Analysis (Cerdas) Indra Charismiadji mengatakan program digitalisasi Kemendikbud hendaknya jangan hanya sekadar bagi-bagi laptop ke sekolah di daerah.

"Jangan hanya bagi-bagi laptop, tapi juga disiapkan infrastrukturnya di daerah itu. Baik listriknya maupun jaringan internetnya," ujar Indra dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/11/2020).

Dia menambahkan jika hanya sekedar bagi-bagi laptop, maka hal itu bukan digitalisasi sekolah melainkan pembelian laptop. Hal itu sudah terjadi pada era kepemimpinan Mendikbud sebelumnya. "Jadi, jangan sampai hanya ganti baju saja," imbuh dia.

Indra menyarankan selain menyiapkan infrastruktur untuk digitalisasi sekolah, maka juga perlu dipersiapkan sumber daya manusianya. Perlu ada pelatihan kepada guru maupun siswa dalam program digitalisasi itu.

"Kalau hanya sekedar bagi-bagi laptop, tapi tidak ada jaringan internetnya maka akan sia-sia program digitalisasi sekolah. Apalagi jika gawai yang dibeli perlu koneksi internet, maka hal itu akan sia-sia. Begitu juga kalau SDM-nya kurang mendukung," jelas dia lagi.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) mengatakan pihaknya akan melanjutkan program digitalisasi sekolah pada tahun 2021.

Saat ini, Kemendikbud bersama dengan Kominfo melakukan pemetaan sekolah mana saja yang memiliki jaringan internet dan listrik.

Nadiem mengatakan akan memprioritaskan sekolah di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Bantuan yang diberikan berupa laptop, proyektor, serta perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK). (antara)