GM Recall 68.677 Unit Chevrolet Bolt EV

GM Recall 68.677 Unit Chevrolet Bolt EV
istimewa

INILAH, Detroit - General Motors (GM) mengumumkan bahwa mereka akan melakukan recall terhadap 68.677 unit mobil listrik Chevrolet Bolt EV di seluruh dunia karena adanya risiko kebakaran, setelah lima kebakaran yang dilaporkan dengan dua luka ringan.

Chevrolet Bolt EV yang terkena recall adalah lansiran tahun 2017-2019 dengan baterai tegangan tinggi yang diproduksi di Ochang, fasilitas dari LG Chem Ltd, Korea Selatan.

Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) bulan lalu membuka penyelidikan awal terhadap Bolt EV setelah laporan tiga unit yang terbakar.

Pihak GM mengatakan kendaraan menimbulkan risiko kebakaran ketika daya diisi hingga kapasitas penuh, atau hampir penuh. Raksasa otomotif AS ini menyebut bahwa mereka telah mengembangkan perangkat lunak yang akan membatasi pengisian kendaraan hingga 90 persen dari kapasitas penuh untuk mengurangi risiko, sementara itu menentukan perbaikan akhir yang sesuai.

"Kami bekerja sama sepanjang waktu untuk menerapkan perbaikan terakhir secepat mungkin setelah tahun pertama," kata Jesse Ortega, kepala insinyur eksekutif untuk Chevrolet Bolt EV, kepada wartawan melalui telepon konferensi, seperti dilansir Reuters.

Sementara LG Chem, selaku produsen baterai, juga menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan GM untuk melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran.

NHTSA mengatakan, pemilik Bolt EV harus memarkir mobil mereka di luar dan jauh dari rumah sampai kendaraan mereka diperbaiki, terkait masalah ini.

Penarikan kembali termasuk 50.932 kendaraan Bolt EV di AS. Pihak diler resmi Chevrolet akan memperbarui perangkat lunak kendaraan mulai pekan ini.

Selain Bolt EV, kendaraan listrik lainnya menghadapi risiko kebakaran. Bulan lalu, Hyundai Motor Co mengeluarkan pengumuman untuk melakukan recall terhadap hampir 77.000 unit Kona EV di seluruh dunia, mengatakan kemungkinan kerusakan pada sel baterai meningkatkan risiko korsleting atau kebakaran.

Kendaraan yang terkena dampak penarikan kembali Hyundai juga menggunakan sel baterai LG Chem, yang diproduksi di pabrik pemasok di Nanjing, China.

LG Chem membantah adanya kerusakan sel tetapi mengatakan sedang bekerja dengan Hyundai. (inilah.com)