Qualcomm Dapatkan Izin Jual Chip 4G ke Huawei

Qualcomm Dapatkan Izin Jual Chip 4G ke Huawei
istimewa

INILAH,  San Diego - Qualcomm mendapat izin dari pemerintah AS untuk menjual chip ponsel 4G ke Huawei, pengecualian untuk pembatasan perdagangan AS yang diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan China.

"Kami menerima lisensi untuk sejumlah produk, yang mencakup beberapa produk 4G," kata juru bicara Qualcomm kepada Reuters.

Qualcomm dan semua perusahaan semikonduktor AS lainnya terpaksa menghentikan penjualan ke perusahaan teknologi asal China itu pada September, setelah pembatasan perdagangan AS diberlakukan.

Juru bicara Qualcomm itu menolak mengomentari produk 4G yang dapat dijual ke Huawei, namun mengatakan bahwa produk tersebut terkait dengan perangkat seluler. Dia menambahkan bahwa Qualcomm memiliki aplikasi lisensi lain yang menunggu keputusan pemerintah AS.

Dahulu, Huawei adalah pelanggan chip yang relatif kecil bagi Qualcomm, yang merupakan pemasok chip ponsel terbesar. Huawei menggunakan chip miliknya sendiri untuk ponsel andalannya, namun menggunakan chip Qualcomm dalam model dengan harga yang lebih rendah.

Meski demikian, potensi Huawei untuk merancang chip-nya sendiri digagalkan pada bulan September oleh pembatasan perdagangan AS yang memblokir aksesnya ke perangkat lunak desain chip dan alat fabrikasi.

Analis industri percaya bahwa stok chip Huawei yang dibeli sebelum pembatasan perdagangan tersebut bisa saja habis awal tahun depan, sehingga dapat melumpuhkan bisnis smartphone mereka.

Analis Bernstein Stacy Rasgon mengatakan lisensi Qualcomm akan memiliki 'dampak terbatas' karena hanya mencakup chip 4G, sementara konsumen beralih ke perangkat 5G yang lebih baru.

Rasgon mengatakan masih belum jelas apakah pejabat AS akan memberikan lisensi Qualcomm untuk chip smartphone 5G.

Perusahaan AS lainnya seperti Micron Technology juga terpaksa menghentikan penjualan ke Huawei, dan mengatakan telah mengajukan permohonan lisensi. Sementara itu, Intel mengatakan memiliki lisensi untuk menjual ke Huawei. (inilah.com)