SMA Darul Hikam Gelar Zoominar Kesehatan Mental bagi Guru Bimbingan Konseling

SMA Darul Hikam Gelar Zoominar Kesehatan Mental bagi Guru Bimbingan Konseling
istimewa

INILAH, Bandung - SMA Darul Hikam menggelar zoominar Kesehatan Mental bagi seluruh guru Bimbingan Konseling (BK) SMP se-Indonesia.

Ada 600 pendaftar yang mengikuti kegiatan ini. Berhubung animonya sangat tinggi, selain guru BK dan masyarakat umum, akhirnya dibuka juga kuota terbatas bagi peserta jenjang SD, SMA, mahasiswa dan dosen.

Dalam kegiatan ini, hadir dua pembicara, pertama Guru Besar Bimbingan dan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Syamsu Yusuf dan yang kedua Dosen Departemen Psikologi Pendidikan Universitas Padjajaran (Unpad) Peneliti Perilaku di Vrije Universiteit Amsterdam, Hari Setyowibowo.

Syamsu mengatakan dalam pendidikan ada tiga komponen pokok, pertama pimpinan, guru, guru BK dan konselor. Ini semua adalah komponen sekolah yang harus secara sinergi kolaboratif dalam mendidik peserta didik untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

"Sebagaimana kita paham bahwa tujuan pendidikan di Indonesia secara nasional adalah bagaimana berkembangnya peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME," ucap Syamsu, Selasa (17/11/2020).

Dia memaparkan tujuan ini menggambarkan sudah mengakomodasi dimensi manusia secara utuh. Dari sisi bimbingan dan konseling itu sebagai salah satu pihak komponen pendidikan sekolah yang memiliki tanggung jawab, untuk bagaimana melakukan proses BK kepada peserta didik, baik daring maupun luring.

Dalam perkembangan dalam implemntasi BK lanjut Syamsu, harus berkolaborasi dengan kepala sekolah, guru mata pelajaran (mapel) atau ahli. Karena kolaboratif itu merupakan keniacayaan. Tidaklah akan berjalan program ini tanpa ada kolaborasi antara pihak-pihak yang terkait.

"Bimbingan konseling tidak akan lancar dengan baik apabila guru BK bergerak sendiri atau soloisme. Sementara yang lain hare-hare atau tidak peduli. Kepedulian dari semua pihak dari program ini sebuah keniscayaan dan supaya guru BK itu berhasil, tertib dalam kinerjanya, maka dia harus di backup oleh kompetensi," papar Syamsu.

Sementara itu, Ketua Pelaksana, Hakim Afghandi menambahkan tujuan dari acara ini adalah isu kesehatan mental. Ini menjadi pekerjaaan rumah bersama, apalagi ketika mulai pembelajaran dari rumah. Banyak siswa dan orang tua yang merasakan kejenuhan, kebosanan, stress, sehingga ini perlu diatasi agar aktifitas pembelajaran bisa dilakukan seoptimal mungkin walaupun dilakukan di rumah.

"Soal kendala sih, karena kegiatan ini berlangsung se-Indonesia, beberapa peserta dari luar pulau jawa juga mengalami kendala dalam hal jaringan. Tidak selancar yang ada di pulau Jawa," imbuh Hakim.

Dia berharap dengan dilakukannya kegiatan ini, mudah-mudahan dengan diperolehnya pandangan wawasan baru, para guru memiliki alternatif penanganan siswa yang memiliki masalah ataupun bisa mencegah masalah-masalah yang diberikan isu kesehatan mental. (Okky Adiana)