Fraksi PKB Berbeda Pandangan Soal Pemekaran WTC

Fraksi PKB Berbeda Pandangan Soal Pemekaran WTC
istimewa

INILAH, Cirebon - Wacana pemekaran Wilayah Timur Cirebon, (WTC) kembali mengemuka. Kebanyakan, hampir seluruh tokoh di wilayah WTC sepakat, WTC harus dijadikan sebagai Kabupaten baru yang ada di Wilayah Jawa Barat.

 

Sayangnya, Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, M. Luthfi yang nota bene asli WTC, tidak sepakat.  Alasannya, luas wilayah yang hanya 1000 kilometer persegi, dianggap terlalu kecil untuk sebuah kabupaten. Disamping itu, secara perekonomian, WTC dianggap tidak terlalu signifikan dalam akselerasi perubahannya.

 

"Cirebon timur dan barat adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Sedangkan Gubenur Jabar memandang bahwa ciayuma majakuning adalah geranda belakang. Mendingan Gubernur memberi perhatian lebih untuk pembangunan di wilayah ciayu majakuning saja," kata Luthfi beberapa waktu lalu.

 

Malahan lanjut Luthfi, gubernur terkesan meng anak tirikan wilayah ciayumajakuning, dibandingkan dengan daerah lainnya di Jabar. Dia mencontohkan, pembangunan Gor Watubelah Kabupaten Cirebon yang saat ini sudah masuk tahun ke enam, tidak jelas arahnya. Sampai sekarang, investasi yang sudah menghabiskan anggaran lebih dari Rp.300 milliar, belum juga bisa dimanfaatkan.

 

"Boro boro mau membangun cirebon, membangun Gor Watubelah saja tidak selesai selesai. Lihat di Bandung, hanya perlu satu setengah membangun GBLA. Mendingan gubernur konsentrasi saja membangun Jabar dan tidak memekarkan Kabupaten Cirebon. Pokoknya secara prinsip, saya tidak merekomendasikan pemekaran WTC," aku Luthfi.

 

Namun pernyataan berbeda disampaikan Tanung, anggota DPRD Kabupaten Cirebon dari PKB, yang juga asal WTC. Menurutnya, rencana pemekaran WTC menjadi kabupaten baru, sudah seharusnya direalisasikan. Apalagi, sudah mendapat dukungan dari Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum. Namun, semua pihak harus saling mendukung agar pemekaran WTC ini segera terwujud. Artinya, harus menjadi kebutuhan semua elemen, sehingga saling bahu-membahu merealisasikannya.

 

"Pemekaran WTC ini harus dijadikan sebagai hajat dan kebutuhan bersama. Dukungan Masyarakat Cirebon Timur harus maksimal, agar bisa segera terwujud," kata Tanung, Rabu (17/11/2020).

 

Menurutnya, selain butuh kebersamaan semua pihak untuk mewujudkan pemekaran, juga diperlukan ada tokoh yang dimunculkan untuk memperjuangkan pemekaran WTC ini. Meski infrastruktur sudah memadai untuk pemekaran wilayah, namun kajian akademik harus mendalam.

 

"Kalau untuk infrastruktur sudah memadailah.  Kantor samsat sudah ada, stasiun kereta, rumah sakit maupun zona industri sudah ada di Wilayah Cirebon Timur. Paling tinggal bangun tempat pemerintahannya saja. Maka itu, harus ada tokoh yang ditampilkan," ucapnya.

 

Hal senada dikatakan Hermanto, dari Fraksi Nasdem. Dia menilai pemekaran WTC harus segera diwujudkan. Alasannya, agar pelayanan publik yang selama ini kurang efektif, bisa menjadi lebih baik. Alasan lainnya, saat ini jarak antara wilayah Cirebon timur dan pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon terlalu jauh. 

 

"Kondisi demikian membuat pelayanan publik tak berjalan efektif. Jadi, pemekaran ini bisa membuat pelayanan publik lebih efektif. Selama ini dari kampung saya saja jaraknya begitu jauh menuju pusat pemerintahan Kabupaten Cirebon," tukasnya. (maman suharman)