Tunjang Sektor Pertanian, DPUBMP Purwakarta Mulai Bebenah Jaringan Irigasi

Tunjang Sektor Pertanian, DPUBMP Purwakarta Mulai Bebenah Jaringan Irigasi
net

INILAH, Purwakarta - Dinas Pekerjaan Umum, Binamarga dan Pengairan (DPUBMP) Kabupaten Purwakarta saat ini tengah mengoptimalkan anggaran tahun 2020 untuk penataan infrastruktur. Tak hanya peningkatan jalan dengan alokasi dari APBD, dinas terkait juga saat ini sedang melakukan peningkatan saluran irigasi untuk areal pesawahan.

Kepala DPUBMP Kabupaten Purwakarta Ryan Oktavia menuturkan, selama ini di wilayahnya terdapat 64 daerah irigasi (DI). Adapun 64 DI yang terdiri dari irigasi tersier yang panjangnya mencapai 91.675 meter dan irigasi sekunder yang panjangnya mencapai 38.258 meter. Adapun cakupan lahan sawah yang teraliri saluran irigasi ini, mencapai 7.270 hektare.

“Dari 64 DI ini, ada 8 DI yang sedang kondisinya sedang ditingkatkan. Kalau rusak sih enggak, tapi lebih tepatnya peningkatan,” ujar Ryan kepada INILAH, Selasa (17/11/2020).

Dia mengklaim, peningkatan di 8 saluran irigasi ini rata-rata sudah lebih dari 55-75 persen. Adapun sumber anggaran untuk perbaikan jaringan irigasi ini, yakni dari dana alokasi khusus (DAK). Totalnya sekitar Rp6,5 miliar. 

Yadi merinci, adapun ke-8 DI yang saat ini diperbaiki tersebut yakni DI Citukang, Cilembang dan Nangewer (Kecamatan Darangdan), Cigandasoli (Plered), Garokgek (Kiarapedes), Cibodas (Sukatani), Citaraje (Pondoksalam), serta Cikembang (Jatiluhur).

“Untuk 8 DI yang diperbaiki ini, jika ditotalkan panjangnya mencapai 15.465 meter. Untuk cakupan luas lahan pesawahan yang teralirinya mencapai 981 hektare,” jelasnya.

Dia menambahkan, selain perbaikan saluran dinasnya pun juga membangun mercubendung di 3 dari 8 DI yang dipebaiki tersebut. Dengan mercubendung ini, menurutnya, aliran air akan lebih terarah. 

“Tahun depan kita akan ajukan lagi untuk perbaikan. Apalagi, ini menjadi salah satu penunjang sektor pertanian. Karena, kami akui sampai saat ini untuk saluran irigasi yang kondisinya sudah mantap itu masih kurang dari 50 persen,” pungkasnya. (Asep Mulyana)