FK3I Jabar Desak PT Geo Dipa Energy Segera Laksanakan Kewajiban Hutan Pengganti

FK3I Jabar Desak PT Geo Dipa Energy Segera Laksanakan Kewajiban Hutan Pengganti
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jawa Barat mempertanyakan keberadaan hutan pengganti yang menjadi kewajiban bagi PT Geo Dipa Energy atas eksplorasi sumur panas bumi di kawasan Gunung Patuha, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Hutan pengganti yang menjadi tanggung jawab PT Geo Dipa Energy atas penambahan sebanyak 12 sumur baru yang mereka buka di atas lahan hutan Perhutani.

Ketua Badan Pembina FK3I Jabar Dedi Kurniawan mengatakan, saat ini PT Geo Dipa Energy tengah melakukan perluasan atau penambahan sumur baru di wilayah hutan Gunung Patuha yang berbatasan langsung dengan kawasan cagar alam Gunung Tilu. Memang, perusahaan panas bumi yang juga beroperasi di pegunungan Dieng Jawa Tengah itu mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH). Namun demikian, mereka juga punya kewajiban untuk menyediakan hutan pengganti.

"Sampai dengan saat ini, kami belum mendapatkan informasi atau data dan lokasi hutan penggantinya ini. Memang kalau luas hutan yang harus mereka ganti itu sudah ada, yakni antara 36 hingga 40 hektare. Tapi lokasinya dimana, koordinat berapa, statusnya bagaimana itu tidak ada," kata Dedi, Selasa (17/11/2020).

Seharusnya, PT Geo Dipa Energy ini tidak mengabaikan kewajibannya. Sebab, jangan sampai gara-gara eksplorasi hutan yang mereka lakukan berakibat pada terus berkurang dan hilangnya luasan hutan yang sejatinya harus dijaga dan dilindungi itu. Kata dia, memang sempat ada informasi mengenai hutan pengganti ini masih diwilayah Kabupaten Bandung. Namun tidak jelas pelaksanaannya dan pengelolaannya.

"Kalau hutan pengganti itu aturannya begini, dicarikan dan dibebaskan lahannya oleh Pemda kemudian diserahkan dan dikelola oleh Perhutani. Nah perusahaan yang pakai lahan hutan itu dia yang membayarnya. Itu lahanya bisa dicarikan oleh Pemda, misalnya tanah carik desa dan lain sebagainya. Tapi lahan pengganti ini juga harus diketahui dan diumumkan pada masyarakat, bahwa lahan tersebut sekarang adalah hutan pengganti milik Perhutani," ujarnya.

Kendati eksplorasi panas bumi itu merupakan salah satu proyek strategis nasional untuk memenuhi kebutuhan listrik, namun dia menegaskan sebaiknya PT Geo Dipa Energy tidak mengabaikan aturan. (Dani R Nugraha)