Inikah Lafaz Bilal saat Iqamah?

Inikah Lafaz Bilal saat Iqamah?
Ilustrasi/Net

UMHUR ulama berpendapat bahwa lafadz iqamah berbeda dengan lafadz adzan. Ketentuan umum mengenai lafadz iqamah, disebutkan dalam hadis dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, beliau mengatakan,

"Bilal diperintahkan untuk menggenapkan adzan dan mengganjilkan iqamah." (HR. Muslim 378, Ahmad 12001, dan yang lainnya)

Mengenai rinciannya, dinyatakan dalam hadis dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu anhu beliau adalah sahabat yang diajari adzan dan iqamah dalam mimpinya. Dan mimpi ini dibenarkan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam. Sahabat Abdullah bin Zaid menceritakan,

Dan ketika iqamah, ucapkanlah,

Allahu akbar.. Allahu akbar

Asyhadu allaa ilaaha illallaaah

Asyhadu anna muhammadar rasulullah

Hayya alas shalah

Hayya alal falaah

Qad qaamatis shalaah.. Qad qaamatis shalaah..

Allahu akbar.. Allahu akbar

Laa ilaaha illallaah

Kemudian Abdullah bin Zaid mengatakan,

Di pagi harinya, aku mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan aku sampaikan mimpi yang aku alami. Kemudian beliau bersabda, Itu mimpi yang benar, insyaa Allah datanglah ke Bilal dan sampaikan mimpimu, dan jadikan itu lafadz adzan. Karena Bilal suaranya lebih lantang dibandingkan kamu. (HR. Ahmad 15881, Abu Daud 499 dan dihasankan oleh Syuaib al-Arnauth).

Lafadz iqamah ini yang dijadikan acuan pendapat jumhur ulama, diantaranya Imam Malik, Imam as-Syafii, dan Imam Ahmad. Hanya saja, Imam Malik mengatakan bahwa qad qaamatis shalaah dibaca sekali. Dinyatakan dalam kitab al-Bayan fi Madzhab al-Imam as-Syafii. Penjelasan tentang jumlah iqamah.

Untuk iqamah, jumlahnya 11 kalimat menurut qoul jadid (pendapat Imam as-Sayfii setelah pindah ke Mesir). Takbir 2 kali, syahadat 2 kali, ajakan shalat sekali, ajakan untuk meraih kebahagiaan sekali, lafadz qad qaamatis shalah 2 kali, takbir 2 kali, dan tahliln sekali. Ini merupakan pendapat al-AuzaI, Ahmad, Ishaq bin Rahuyah, dan Abu Tsaur (al-Bayan fi Madzhab al-Imam as-Syafii, 2/66).

Berdasarkan keterangan di atas, takbir iqamah yang lebih tepat dibaca 2 kali. Dan ini semakna dengan mewitirkan iqamah seperti yang disebutkan dalam hadis. Karena takbir di bagian awal adzan dibaca 4 kali. Berarti iqamah separuh adzan, sehingga takbirnya tetap 2 kali.

Demikian, Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]