Maaf, Zona Merah Bikin Pariwisata di Purwakarta Tutup Lagi

Maaf, Zona Merah Bikin Pariwisata di Purwakarta Tutup Lagi
Istimewa

INILAH, Purwakarta – Kabupaten Purwakarta, saat ini telah ditetapkan sebagai wilayah zona merah (resiko tinggi) penyebaran Covid-19. Dengan kondisi tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 setempat harus merancang strategi supaya penyebaran wabah virus ini bisa diantisipasi.

Belum lama ini, GTTP Covid-19 di wilayah ini, telah melakukan rapat evaluasi menyikapi perubahan ststus kewaspadaan tersebut. Ada beberapa poin yang di hasilkan dari evaluasi ini. Di antaranya, mulai saat ini GTTP Covid-19 akan membatasi kegiatan-kegiatan masyarakat yang terbilang masih tinggi.

Termasuk, juga kegiatan di pemerintahan. Salah satunya, menghentikan sementara kegiatan yang bersifat tatap muka di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) atau dinas yang ada. GTTP Covid-19 di wilayah ini pun akan menerapkan sanksi tegas bagi yang melanggar protokol kesehatan di masa pandemic ini. Sanksi tersebut, berlaku untuk siapapun tanpa terkecuali.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta, Agus Hasan Saepudin menuturkan, pihaknya ikut serta dalam rapat evaluasi dengan GTTP Covid-19 kemarin. Dari hasil evaluasi tersebut, sektor pariwisata menjadi salah satu poin yang jadi bahasan.

“Ada beberapa poin yang dihasilkan dari rapat evaluasi kemarin. Salah satunya, menyangkut kepariwisataan. Karena, dalam hal ini pemerintah tak mau ambil resiko. Sehingga, untuk sementara waktu seluruh destinasi wisata yang ada akan ditutup,” ujar Agus kepada INILAH, Rabu (18/11/2020).

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata, Disporaparbud Kabupaten Purwakarta, Irfan Suryana menambahkan, pihaknya akan segera menyosialisasikan hasil evaluasi GTTP Covid-19 kemarin kepada seluruh pengelola tempat wisata, termasuk tempat hiburan malam (THM). Hal ini dilakukan, sebagai bagian dari antisipasi pemerintah untuk meminimalisasi penyebaran virus corona.

“Kami berharap, seluruh pengelola wisata bisa menjalankan arahan dari pemerintah. Ini demi kebaikan bersama,” ujar Irfan.

Irfan melansir, selama ini di wilayahnya terdapat 62 destinasi wisata. Dari jumlah tersebut, 30 di antaranya merupakan lokasi wisata alam/buatan milik swasta. Selebihnya, adalah wisata religi dan kuliner.

Irfan menjelaskan, selain meminta tutup sementara, dalam hal ini pihaknya pun meminta supaya para pengelola mengintensifkan penyemprotan disinfektan dan lebih memperhatikan fasilitas kebersihan. Adapun penutupan ini, sifatnya situasional. Artinya tergantung bagaimana kondisi perkembangan pandemic ini.

“Kalau merujuk arahan bupati, penutupan ini akan dilaksanakan selama 14 hari. Bisa jadi diperpanjang, atau dihentikan. Tergantung situasi dan kondisi selanjutnya. Saat ini, kami masih menunggu edarannya. Untuk sementara, sosialisasi lewat lisan dulu,” jelas.

Dengan kata lain, Irfan tak tahu persis sampai kapan penutupan ini akan berlangsung. Terpenting, dia berharap, seluruh pengelola wisata bisa menjalankan arahan dari pemerintah ini demi kebaikan bersama. Supaya penyebaran Covid-19 bisa diminimalisasi. (Asep Mulyana)