Purwakarta Zona Merah, Begini Strategi Gugus Tugas Tekan Penyebaran Covid-19

Purwakarta Zona Merah, Begini Strategi Gugus Tugas Tekan Penyebaran Covid-19
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Purwakarta – Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Purwakarta, masih cukup memprihatikan. Bagaimana tidak, sampai saat ini hampir setiap harinya ada penambahan jumlah warga yang terkonfirmasi positif terpapar virus mematikan tersebut.

Wajar saja, sejak awal pekan ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan kabupaten ini sebagai wilayah zona merah penyebaran Covid-19. Mengingat, secara kumulatif, jumlah warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga kemarin telah mencapai 945 orang.

Dari jumlah warga yang terkonfirmasi positif tersebut, 579 orang diantaranya dinyatakan sembuh. Kemudian, 41 orang telah meninggal dunia. Kini, warga yang terkonfirmasi positif yang masih aktif per 17 November kemarin berjumlah 365 orang.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Padahal, sejauh ini jajaran telah berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisasi penyebaran virus corona ini. Termasuk, sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat dengan beragam upaya.

“Sangat disayangkan, saat ini Purwakarta ditetapkan sebagai wilayah zona merah. Ini jelas harus menjadi perhatian semua pihak,” ujar Anne kepada INILAH, Rabu (18/11/2020).

Anne pun menyayangkan, sampai saat ini masih banyak dari kalangan masyarakat yang tak mengindahkan imbauan soal penerapan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari ini. Padahal, menurut dia, dalam upaya pencegahan wabah virus ini butuh kerjasama semua lapisan masyarakat. Sejauh ini, pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk meminimalisasi penyebaran virus tersebut.

“Masih banyak masyarakat yang tidak komperatif dalam menerapkan protokol kesehatan,” jelas dia.

Anne berpendapat, dalam pengendalian dan pencegahan penyebaran virus diperlukan upaya yang efektif. Adapun hal yang paling efektif itu harus bersifat antisipatif. Yakni, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, misalnya dalam menjaga kebersihan dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat. Kemudian, tetap menjaga jarak dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar.

Sementara itu, menyikapi kondisi Purwakarta saat ini, pada Selasa (17/11/2020) kemarin Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Purwakarta langsung melakukan rapat evaluasi. Ada beberapa poin yang di hasilkan dari evaluasi tersebut. Salah satunya, mulai saat ini GTTP Covid-19 akan membatasi kegiatan-kegiatan masyarakat yang terbilang masih tinggi.

Termasuk, juga kegiatan di pemerintahan. Salah satunya, menghentikan sementara kegiatan yang bersifat tatap muka di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) atau dinas yang ada. GTTO Covid-19 di wilayah ini pun akan menerapkan sanksi tegas bagi yang melanggar protokol kesehatan di masa pandemic ini. Sanksi tersebut, berlaku untuk siapapun tanpa terkecuali.

“Terkait penerapan sanksi, kami akan segera membuat regulasinya berupa peraturan bupati sebagai payung hukumnya,” pungkasnya. (Asep Mulyana)