Belasan Pegawai PDAM Tirtawening Kota Bandung Positif Covid-19, Satu Meninggal Dunia

Belasan Pegawai PDAM Tirtawening Kota Bandung Positif Covid-19, Satu Meninggal Dunia
Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi. (Yogo Triastopo)

INILAH, Bandung - Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi membenarkan ada 15 pegawainya terkonfirmasi Covid-19. Dari 15 orang tersebut, satu orang meninggal dunia yakni Direktur Air Minum, Aditytianto. 

"Mayoritas yang terpapar berstatus orang tanpa gejala (OTG). Sementara beberapa lainnya mengalami gejala ringan batuk dan pilek," kata Sonny di Kantor PDAM Tirtawening, Jalan Badak Singa, Kota Bandung pada Rabu (18/11/2020). 

Dijelaskannya, pada awal November lalu. Salah seorang karyawan PDAM Tirtawening Kota Bandung mengalami sakit batuk dan pilek. Lalu yang bersangkutan pun melakukan swab test, dan hasilnya dinyatakan terpapar positif Covid-19. 

"Setelah yang bersangkutan melakukan uji usap, hasilnya positif Covid-19. Untuk yang kontak erat, kita lakukan swab test, dan hasil swab enam orang dinyatakan positif. Salah satunya Aditytianto karena ada penyakit penyerta, yaitu diabetes," ucapnya. 

Sementara jumlah lainnya, didapati satu orang positif Covid-19 saat kegiatan diskusi atau FGD. Lalu seluruh peserta FGD yang berjumlah sebanyak 30 orang tersebut  melakukan swab test. Hasilnya didapat sebanyak sembilan orang terpapar Covid-19. 

Namun seluruh pegawai yang mengikuti kegiatan FGD tersebut, kini kondisinya dalam keadaan sehat dan telah melakukan isolasi secara mandiri. Mereka, saat ini tinggal menunggu waktu isolasi mandiri sesuai protokol untuk kembali dapat bekerja. 

"Jadi, total yang terpapar ada 15 orang," ujar dia.

Dengan situasi sekarang ini, PDAM Tirtawening Kota Bandung pun memberlakukan work from home (WFH) dengan batas maksimal sebanyak 50 persen yang lima diantaranya bekerja di rumah secara permanen karena  memiliki penyakit penyerta. 

"Tetapi, pelayanan PDAM Tirtawening Kota Bandung tetap berjalan normal dengan protokol kesehatan yang kita telah jalankan secara ketat. Petugas kita pun, kita berikan suplemen dan dibekali masker, dan kita terus ingatkan soal protokol kesehatan," ucapnya. 

Selain menerapkan protokol kesehatan secara ketat, pihaknya pun membatasi kunjungan masyarakat. Para pelanggan yang akan mengajukan keluhan, kini difasilitasi secara online, meski pelayanan secara langsung tetap berjalan normal. (Yogo Triastopo)