Pembangunan RSUD Cogrek Parung Prioritas RAPBD Tahun 2020

Pembangunan RSUD Cogrek Parung Prioritas RAPBD Tahun 2020
INILAH, Bogor - Setelah Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor membuat Detail Engineering Design (DED) RSUD Cogrek Parung maka rencana pembangunan rumah sakit tersebut menjadi prioritas dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tingkat II tahun 2020 mendatang.
 
"Tahun ini pembuatan DED RSUD Cogrek, Parung dan tahun 2020 rencana pembangunan rumah sakit ini masuk dalam prioritas di RAPBD Kabupaten Bogor," ujar Sekda Kabupaten Bogor Burhanudin kepada wartawan, Rabu (13/2).
 
Mantan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial ini menambahkan lahan seluas 3 hektare merupakan hasil penyerahan fasilitas sosial atau fasilitas umum salah satu developer.
 
"Tadinya Dinas Kesehatan menganggarkan Rp 50 miliar untuk pembebasan lahan, namub karena tidak ada duit akhirnya kami mencari lahan fasilitas sosial atau fasilitas umum. Agar awal tahun 2020 proyek pembangunan RSUD Cogrek, Parung bisa dimulai tahun 2020 maka saya minta Dinas Kesehatan mengusulkan rencana tersebut dalam APBD Perubahan di tahub 2018 ini," tambahnya.
 
Terkait biaya, Bupati Bogor Ade Yasin akan meminta bantuan keuangan ke pemerintah provinsi maupun pusat karena total biaya pembangunannya yang tidak sedikit.
 
"Jika lokasi cocok dan DED RSUD Cogrek, Parung selesai maka langkah selanjutnya kita akan meminta bantuan keuangan dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan juga Bantuan Provinsi (Banprov)," singkat Ade Yasin.
 
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Tri Wahyuharini menjelaskan hingga saat ini jajarannya belum menghitung besar anggaran yang dibutuhkan untuk membangun RSUD Cogrek, Parung.
 
"Kami masih memproses pengadaan tanahnya dulu baru setelah itu baru kami akan usulkan besarnya anggaran dan juga kebutuhan tenaga kesehatan yang diperlukan untuk pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut," jelas Tri.