WJIS 2020: Proyek Hotel Kapsul Hingga Pondok Seni Ditawarkan Pada Investor

WJIS 2020: Proyek Hotel Kapsul Hingga Pondok Seni Ditawarkan Pada Investor
Istimewa

INILAH, Bandung- Berbagai proyek unggulan ditawarkan kepada investor pada West Java Investment Summit (WJIS) 2020. Tak terkecuali di sektor pariwisata. 

Ada empat proyek yang diharapkan dapat menarik minat investor, yaitu pembangunan hotel kapsul di Jalan Ambon Kota Bandung Rp 7,2 miliar, pembangunan Pasar Kreatif Cikutra Kota Bandung senilai Rp212 miliar, pembangunan kawasan ekowisata Hejo Forest di Rancabali Kabupaten Bandung senilai Rp6,5 miliar, serta pembangunan pondok seni di Pangandaran senilai Rp12,9 miliar.

Dalam proyek tersebut, PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Jaswita) menjadi perusahaan BUMD yang diminta mencari pendanaan. Di mana pada Selasa (17/11/2020) Kemarin, Jaswita Jabar telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PTPN VIII terkait pengelolaan kawasan wisata Ciater.

Direktur Utama PT Jasa dan Kepariwisataan Jabar (Perseroda) Deni Nurdyana Hadimin, empat proyek investasi yang ditawarkan Jaswita Jabar ini seluruhnya merupakan proyek unggulan untuk mendukung pengembangan pariwisata di Jawa Barat. Adapun tawaran investasi di empat proyek ini, sejalan dengan visi pembangunan Jawa Barat yaitu menjadikan pariwisata sebagai gerbong pembangunan ekonomi.

"Dan juga selaras dengan visi Jaswita Jabar untuk menjadikan Jaswita Jabar sebagai perusahaan unggulan di bidang pariwisata pada tahun 2025 mendatang,” ujar Deni, Rabu (18/11/2020).

Deni menyampaikan, empat proyek tersebut ditawarkan kepada investor dengan model pendanaan berupa pinjaman lunak, kemitraan strategis, maupun investasi langsung. Skema bisnisnya pun bervariasi, mulai dari pengelolaan langsung oleh Jaswita Jabar maupun kerjasama pengelolaan dengan mitra investor.

Deni menambahkan, Jaswita tidak mungkin membiayai keempat proyek tersebut, terlebih di masa Pandemi Covid-19 ini. Karena itu, pihaknya menawarkan kepada investor. 

“Dalam kondisi perekonomian yang terdampak Covid-19, salah satu opsi pembiayaan yang paling memungkinkan adalah dengan mengundang investor untuk bersama-sama membangun proyek pendukung pariwisata ini bersama-sama,” katanya.

Diketahui, saat ini Pemerintah Provinsi Jabar tengah menggenjot sektor pariwisata sebagai penunjang perekonomian. Berbagai kawasan wisata pun coba dikembangkan demi menggaet wisatawan lokal dan asing.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik menuturkan, setidaknya dibutuhkan investasi sekitar Rp5,8 triliun untuk pengembangkan 76 tempat wisata baru seperti objek wisata berbasis alam yang ada di 21 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jabar.

"Jadi total investasi untuk membangun infatsruktur pariwisata di Jabar cukup lumayan. Dalam kurun waktu empat tahun ke depan kita perlu akselerasi," ujar Dedi. (riantonurdiansyah)