Perangi Hoaks dan Fasilitasi Quick Count, Diskominfo Jabar Siap Sukseskan Pilkada 

Perangi Hoaks dan Fasilitasi Quick Count, Diskominfo Jabar Siap Sukseskan Pilkada 
net

INILAH, Bandung - Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat siap bersinergi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menyukseskan Pilkada Serentak 2020 di delapan daerah. Terutama dalam memerangi berita hoaks juga menyediakan jaringan internet untuk menunjang hitung cepat atau quick count. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat Setiaji mengatakan, pihaknya telah melakukan diskusi dengan KPU sebagai lembaga negara yang menyelengarakan pemilihan umum. 

"Kita sudah diskusi terkait meminta bantuan ke kami khususnya menangkal dan mengklarifikasi berita hoaks," ujar Setiaji, Rabu (18/11/2020).

Dia mengatakan, dengan peningkatan pengguna internet yang terjadi di masyarkat dewasa ini memiliki sejumlah tantangan yang mesti diantisipasi. Salah satunya mengenai maraknya informasi hoaks, sesuai dengan momentum yang tengah terjadi. 

"Pertama hoaks yang mengikuti isu yang berkembang, kalau sedang Covid, maka hoaks soal Covid yang naik. sekarang Covid sudah agak menurun, mungkin pilkada ini kan banyak sekali," katanya.

Tantangan lainnya yaitu terkait pemahaman masyarkat terhadap literasi digital. Pihaknya merasa perlu mendorong literasi digital ini agar masyarkat tidak mudah percaya kepada informasi yang tak dapat dipertanggungjawabkan. 

"Kalau orang yang paham banyak baca yang literasinya cukup bagus kan tidak langsung percaya dengan hoaks tadi," ucapnya. 

Selanjutnya, pihaknya juga memiliki tantangan dalam penyebaran informasi pemerintah atau berita positif ke masyarakat. Terlebih, setiap orang cenderung lebih memperhatikan informasi yang dibuat oleh publik figur. 

Dia mencontohkan, tayangan video yang dbuat oleh para vloger dalam YouTube lebih banyak disaksikan oleh masyarakat disandingkan video di akun pemerintah. 

"Nah, itu jadi tantangan dari sisi konten dan sisi banyaknya hoaks dan penyebarluasan," katanya. 

Setiaji menambahkan, untuk menyukseskan Pilkada ini pihaknya pun diminta batuan untuk memfasilitasi daerah-daerah yang tidak memiliki jaringan internet. Hal itu agar mengoptimalkan quick count atau penghitungan cepat. 

"Meminta bantuan kami untuk memfasilitasi daerah-daerah yang tidak ada internet supaya pada saat hitung cepat bisa difasilitasi internet," katanya. 

Diketahui, Diskominfo Jabar pun sedang terus berupaya mengurai daerah blankspot internet dengan menggagas Program Internet Desa Mandiri pada 2021 nanti. Melalui program ini, jangkauan jaringan internet akan lebih luas tidak hanya di satu titik. 

Pada pelaksanaannya, Setiaji menjelaskan, pihaknya akan menyediakan jaringan internet di satu lokasi, kemudian masyarkat bisa bergabung dalam pemanfaatannya. Misalnya, jaringan tersebut dapat dipasang di satu titik seperti kantor desa. 

"Lalu disebarkan bisa menggunakan kabel seperti yang di Garut atau wireless yang dilakukan di Tasik," imbuhnya. 

Dengan program ini, maka jaringan internet tidak hanya tersedia untuk satu desa melainkan dapat disebarkan oleh unit usaha setempat untuk satu kawasan. Adapun satu kawasan, Setiaji menyampaikan, terdiri dari 2 hingga 5 desa. 

"Kita sebut kawasan desa tersebut terdiri dari 2-5 desa untuk nanti membentuk unit usaha yang menyebarluaskan internet yang kita berikan," ucapnya. 

Untuk 2021 nanti, Setiaji menyampaikan, ditargetkan sekitar 20-25 kawasan yang dapat mendapatkan manfaat dari program Internet Desa Mandiri. Jumlah tersebut dapat mencakup sekitar 100 desa. 

"Karena saat ini yang blank spot itu sekitar 300 titik, yang banyak itu di Jabar Selatan. Kami akan mendahulukan yang blank spot itu," katanya. (Rianto Nurdiansyah)