Shell Bitumen Terus Dukung Pembangunan Indonesia

Shell Bitumen Terus Dukung Pembangunan Indonesia
istimewa

INILAH, Jakarta - Sebagai pemasar aspal internasional terbesar di dunia dengan pengalaman 100 tahun secara global, Shell Bitumen siap mendukung prioritas Pemerintah Indonesia guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Direktur dan Country Chair PT Shell Indonesia Dian Andyasuri dalam sambutannya saat membuka acara webinar bertajuk 'Shell Bitumen di Indonesia: Bangun Konektivitas, Dukung Pertumbuhan Ekonomi' yang diikuti oleh lebih dari 100 peserta dari kalangan pemerintah, pelaku industri terkait, pemangku kepentingan (pakar, akademisi, konsultan) dan kalangan media, Rabu (18/11/2020).

"Kami bangga dengan peran Shell Bitumen dalam mendukung pembangunan infrastruktur diberbagai belahan dunia selama 100 tahun, termasuk juga di Indonesia, sehingga jutaan orang dapat menikmati perjalanan yang nyaman, serta kemudahan dan kelancaran mobilitas dalam bekerja dan berusaha," kata Dian.

"Kami berharap forum ini dapat memperkuat sinergi multipihak yang saling melengkapi, berkolaborasi untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur konektivitas guna memberikan manfaat berkelanjutan bagi perekonomian nasional dan menstimulasi pembangunan daerah," dia melanjutkan.

Didukung produk yang berkualitas dan tim yang andal, menurut Dian, Shell Butumen siap menjadi penyedia solusi terdepan dalam mewujudkan rencana pembangunan infrastruktur konektivitas seperti yang dicanangkan Pemerintah dalam tujuan nasional jangka menengah (2020-2024) dan agenda nasional jangka panjang.

Bagi Shell Bitumen di Indonesia, tahun ini juga menjadi tonggak sejarah karena sejak September lalu Shell telah menunjuk Susi Hutapea sebagai Shell Bitumen Country Business Manager (CBM) untuk pasar Indonesia. Susi adalah orang Indonesia pertama, sekaligus wanita pertama yang menduduki posisi tersebut.

"Pengangkatan ini mencerminkan wujud komitmen Shell untuk terus mendukung pemerintah, mitra bisnis dan para pemangku kepentingan lainnya di Indonesia. Bagi Shell yang konsisten menerapkan nilai-nilai Keragaman dan Inklusi (Diversity and Inclusion), kepercayaan kami kepada ibu Susi untuk memimpin bisnis Bitumen di Indonesia menunjukkan bahwa kami senantiasa mendukung wanita untuk meraih pencapaian terbaik mereka berdasarkan kemampuan dan kinerjanya," papar Dian.

Mendukung Pembangunan Konektivitas di Indonesia

Sejak hadir di Indonesia pada 2006 silam, Shell Bitumen telah berperan dalam pembangunan konektivitas domestik dan mendukung upaya Pemerintah Indonesia meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Shell Bitumen telah digunakan di beberapa ruas jalan tol utama, jalan raya nasional, landasan pacu (runway) dan jalan penghubung (taxiway) bandara antara lain jalan tol di Jakarta, Simpang Semanggi, jalan raya nasional di Jawa Barat dan Jawa Tengah, tol trans Sumatra dan bandara-bandara besar di Indonesia, termasuk Bandara Internasional SoekarnoHatta dan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo.

"Shell Bitumen sangat antusias dengan peluang pertumbuhan di Indonesia. Kondisi geografis Indonesia yang luas, peningkatan daya saing ekonomi nasional akan membutuhkan investasi yang berkelanjutan di beragam proyek infrastruktur sesuai dengan apa yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional 2020-2024," ujar Susi Hutapea, Shell Bitumen CBM Indonesia.

Dia meyakini, pengalaman Shell Bitumen yang panjang dengan reputasi global serta didukung produk berkualitas berteknologi mutakhir menjadi kekuatan Shell untuk membantu pemerintah mewujudkan pembangunan konektivitas infrastruktur jalan raya, jalan tol, dan bandara yang terintegrasi.

Beragam solusi Shell Bitumen juga telah digunakan di sejumlah lintasan balap Formula 1, seperti Sakhir (Bahrain), Marina Bay (Singapura), Hockenheim (Jerman), Yas Marina (Abu Dhabi), dan juga telah mendukung pelapisan lintasan di lebih dari 120 bandara di seluruh dunia, termasuk Bandara Internasional Frankfurt (Jerman) dan Bandara Internasional Heathrow (Inggris).

Pembangunan Konektivitas dalam Rangka Mendorong Ekonomi Berkelanjutan

Webinar yang bertajuk 'Shell Bitumen di Indonesia: Bangun Konektivitas, Dukung Pertumbuhan Ekonomi' ini digelar dalam dua sesi dan menghadirkan empat narasumber.

Sesi pertama diisi oleh tiga narasumber, yakni pakar ekonomi sekaligus Co-Founder and Senior Partner PT CReco Consulting M Chatib Basri, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, dan VP of Airport Engineering Development PT Angkasa Pura II Stephanus Millyas Wardana.

Dalam pandangannya mengenai 'Prospek Perekonomian Indonesia dan Tantangan Pembangunan Infrastruktur dalam Upaya Mendukung Pemulihan dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia', M Chatib Basri menyoroti prospek pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 dan pasca pandemi COVID-19.

Dia memproyeksikan perekonomian Indonesia tahun 2021 tidak akan bisa tumbuh terlalu tinggi, hanya akan tumbuh kurang dari target APBN 2021 yang sebesar 5 persen atau hanya mencapai 3,5 hingga 4 persen.

"Meski pertumbuhan ekonomi sudah menunjukan perbaikan, namun perekonomian Indonesia baru akan mulai pulih tahun 2022 yaitu setelah persoalan pandemi COVID-19 bisa diatasi," kata M Chatib Basri.

Namun, dalam hal pembangunan infrastruktur, dia memprediksi bahwa Pemerintah Indonesia akan mengejar target pembangunan yang tertunda tahun ini, meskipun dia pun menyarankan agar Pemerintah menunda dulu belanja yang cenderung ekspansif.

Sementara itu, Hedy Rahadian mengatakan bahwa untuk mendukung aktivitas ekonomi dan mendorong pemerataan pembangunan nasional, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR mendapatkan pagu anggaran 2021 sebesar Rp53,96 triliun yang diperuntukkan bagi pembangunan konektivitas infrastruktur jalan.

"Saat ini, sebagian besar anggaran Pemerintah digunakan untuk penanganan COVID-19. Namun demikian pembangunan infrastruktur tidak akan terhenti, karena ini merupakan kebutuhan jangka panjang masyarakat," ujar Hedy yang di webinar ini mengangkat topik 'Rencana dan Program Prioritas Pembangunan Infrastruktur Jalan untuk Mendukung Pemulihan dan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia'.

Adapun pembicara ketiga dalam sesi pertama ini, Stephanus Millyas Wardana, yang mengangkat topik 'Rencana dan Program Prioritas Pembangunan Infrastruktur Bandara', menyampaikan bahwa pandemi COVID-19 ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap dunia penerbangan di Indonesia.

Menurut dia, trafik penerbangan --baik domestik maupun internasional-- mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir, namun PT Angkasa Pura II (Persero) meyakini akan adanya traffic rebound yang akan memberikan lonjakan pertumbuhan penerbangan di bandara-bandara Indonesia.

"Dalam menghadapi adanya lonjakan pertumbuhan ini, PT Angkasa Pura II (Persero) mempersiapkan segala infrastruktur guna menunjang operasional penerbangan dan memastikan seluruh fasilitas yang ada dalam kondisi sesuai standar sehingga dapat selalu memberikan kenyamanan, keselamatan, dan keamanan bagi pengguna jasa kebandarudaraan," papar Stephanus.

Di sesi kedua webinar, Shell Bitumen CBM Indonesia Susi Hutapea memaparkan mengenai 'Peran Shell Bitumen Indonesia dalam Mendukung Pembangunan Konektivitas di Indonesia'. Dalam paparannya, Susi menegaskan komitmen Shell Bitumen di Tanah Air.

"Shell Bitumen akan terus menjadi mitra strategis bagi pemerintah dan konsumen dalam upaya peningkatan konektivitas di negeri ini melalui beragam produk dan solusi Bitumen berkualitas tinggi dan tahan lama," ujar dia. (inilah.com)